
Electronic Proof of Delivery: Bukti Terima untuk ERP
Status terkirim saja tidak menjelaskan barang mana yang diterima atau ditolak. Rancang bukti serah terima yang bisa ditelusuri dari ERP.

Status terkirim saja tidak menjelaskan barang mana yang diterima atau ditolak. Rancang bukti serah terima yang bisa ditelusuri dari ERP.

Kapan ERP dan WMS sudah cukup, dan kapan distribusi membutuhkan TMS? Gunakan skenario demo ini untuk mengujinya.

Pelanggan bisa menunggu berhari-hari meski barang hanya sehari di perjalanan. Ukur setiap tahap dari pemesanan hingga penerimaan.

Data pesanan yang sama bisa menghasilkan fill rate 91,7%, 66,7%, atau 50%. Kenali basis hitung yang sesuai dengan keputusan persediaan.

Satu pesanan bisa tiba tepat waktu dan tetap gagal OTIF. Pelajari cara menghitungnya dan aturan data yang perlu disepakati untuk pengiriman B2B.

Bagi perusahaan yang bergerak di bidang distribusi, manufaktur, atau ritel, rantai pasok (supply chain) adalah urat nadi bisnis. Namun, mengelola aliran barang dari gudang pusat hingga ke tangan pelanggan akhir (Last-Mile Delivery) menyimpan tantangan yang sangat kompleks. Sering kali, pimpinan perusahaan baru menyadari adanya masalah saat tagihan biaya operasional (OPEX) membengkak atau pelanggan mulai mengeluhkan