Checklist Serah Terima Website: Domain, CMS, Backup, dan Akses Baca Selengkapnya →
Aplikasi Mobile & Web

Checklist Serah Terima Website: Domain, CMS, Backup, dan Akses

Oleh Anggit Restu Pinuntun • October 10, 2026

Serah terima website perlu membuktikan bahwa bisnis dapat mengelola hasil pekerjaannya. Tautan website yang sudah aktif belum menunjukkan siapa yang memegang domain, bagaimana konten diperbarui, atau apa yang harus dilakukan ketika PIC berganti.

Gunakan checklist ini untuk menutup proyek company profile, katalog, maupun e-commerce sesuai kontrak. Beberapa aset atau integrasi mungkin dikelola dengan model layanan tertentu. Yang perlu diperjelas adalah hak, tanggung jawab, serta cara melanjutkan operasional ketika hubungan kerja berubah.

Petakan Pemilik dan Pengelola Setiap Akun

Catat registrar domain, hosting, CMS, layanan email, analitik, dan integrasi yang memang digunakan. Untuk setiap komponen, tulis pihak pemilik akun, PIC pengelola, alamat pemulihan, tanggal perpanjangan, serta model akses vendor. Jangan memasukkan kata sandi atau kode pemulihan ke dokumen bersama yang tidak terlindungi.

Bila vendor mengelola hosting sebagai layanan, jelaskan batas akses bisnis, mekanisme permintaan backup, dan ketentuan perpindahan. Kepemilikan akun, hak atas konten, dan hak atas kode atau lisensi dapat berbeda; cocokkan masing-masing dengan kesepakatan proyek.

Uji Pengelolaan CMS dengan Tugas Nyata

Minta PIC bisnis mencoba mengganti nomor kontak, memperbarui deskripsi layanan, mengunggah gambar, dan menerbitkan atau memperbaiki satu konten simulasi. Untuk katalog, tambahkan latihan memperbarui produk dan varian yang relevan. Latihan dilakukan pada lingkungan yang aman atau materi yang memang disetujui untuk diubah.

Gunakan akun pribadi sesuai tugas, bukan satu akun admin bersama untuk seluruh staf. Dokumentasi peran WordPress menjelaskan bahwa kemampuan akun dapat berbeda. PIC konten tidak selalu membutuhkan kewenangan memasang plugin atau mengubah pengguna.

Terima Aset beserta Batas Penggunaannya

Inventaris dapat mencakup teks final, gambar, logo, dokumen produk, file desain, kode khusus, dan daftar komponen berlisensi. Tidak semua komponen dapat dialihkan atau diperpanjang dengan ketentuan yang sama. Pastikan bisnis tahu lisensi mana yang dikelola vendor dan fungsi apa yang bergantung padanya.

Untuk website custom, sepakati bentuk penyerahan kode dan dokumentasi jika termasuk kontrak. Untuk CMS berbasis template, jelaskan komponen yang berasal dari produk pihak ketiga. Jangan menganggap seluruh plugin, font, atau aset otomatis menjadi milik bisnis hanya karena website sudah dibayar.

Bedakan Export Konten dari Backup Lengkap

Export konten dapat membantu memindahkan artikel atau halaman, tetapi belum tentu berisi seluruh berkas, konfigurasi, dan komponen untuk memulihkan website. Panduan backup WordPress membahas database dan berkas sebagai bagian yang perlu diperhatikan.

Catat lokasi backup, jadwal, masa simpan, PIC, dan cara meminta pemulihan. Minta bukti latihan restore pada lingkungan terpisah bila masuk lingkup serah terima. File backup yang berhasil dibuat belum membuktikan website dapat dipulihkan. Jangan melakukan latihan restore dengan menimpa website produksi yang masih digunakan.

Gunakan Matriks Bukti Penerimaan

  • Domain: bisnis mengetahui akun pengelola dan tanggal perpanjangan; bukti berupa pemeriksaan akses yang sesuai model layanan.
  • CMS: PIC dapat memperbarui konten; bukti berupa latihan tugas yang disepakati.
  • Aset: daftar berkas dan lisensi telah diperiksa; bukti berupa inventaris serta ketentuan penggunaannya.
  • Backup: mekanisme pemulihan jelas; bukti restore hanya dicatat jika benar-benar dilakukan.
  • Integrasi: pemilik akun dan jalur dukungan diketahui; bukti berupa pemeriksaan konfigurasi tanpa membuka rahasia akses.
  • Dukungan: masa, cakupan, biaya, dan jalur pelaporan disetujui; bukti berupa dokumen pekerjaan atau layanan.

Beri status selesai, terbuka, atau tidak berlaku pada setiap item. Untuk item terbuka, tulis PIC dan batas penyelesaian. Status “akan dikirim” bukan bukti bahwa aset sudah diterima.

Sepakati Operasional setelah Serah Terima

Tentukan siapa yang memperbarui konten, memeriksa formulir atau kontak, memantau masa aktif domain, dan menangani gangguan. Pisahkan perbaikan dalam cakupan dukungan dari fitur baru atau perubahan desain. Website katalog juga membutuhkan PIC untuk informasi produk agar data yang tayang tidak tertinggal dari keputusan bisnis.

Dokumen serah terima sebaiknya memuat ringkasan lingkungan, pekerjaan yang diterima, temuan terbuka, serta jalur bantuan. Simpan informasi akses melalui mekanisme aman yang disepakati, bukan dengan mencantumkan semua password dalam satu lampiran terbuka.

Masukkan checklist ini sejak awal saat membahas pembuatan website bersama Layana.ID. Kepemilikan aset, cara penyerahan, layanan hosting, dan dukungan perlu dirinci dalam penawaran agar proses penerimaan memiliki bukti yang jelas.

Bagikan Artikel Ini:

Teks dan Tautan berhasil disalin!