Rumus EOQ atau economic order quantity digunakan untuk memperkirakan ukuran pesanan yang menyeimbangkan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan dalam model persediaan tertentu. Pertanyaannya adalah berapa banyak unit yang dipesan setiap kali membeli, dengan asumsi kebutuhan serta komponen biaya yang ditetapkan.
EOQ tidak langsung menjawab kapan pembelian diterbitkan. Waktu pemesanan membutuhkan pertimbangan kebutuhan selama lead time, posisi persediaan, dan cadangan. Pemisahan ini penting agar angka hasil hitung tidak langsung berubah menjadi purchase order tanpa pemeriksaan.
Rumus EOQ Dan Arti Variabelnya
EOQ = √(2 × D × S ÷ H). D adalah kebutuhan unit per tahun, S adalah biaya relevan untuk satu kali pemesanan, dan H adalah biaya simpan per unit per tahun. Jika periode yang digunakan berbeda, semua komponen harus diselaraskan pada periode yang sama.
Contohnya, D tidak boleh memakai kebutuhan bulanan sementara H memakai biaya tahunan tanpa konversi. S juga bukan harga beli satu unit. S mewakili biaya yang timbul karena satu kejadian pemesanan, sedangkan H mewakili biaya membawa satu unit persediaan selama periode tersebut.
Model dasar mengasumsikan kebutuhan relatif stabil dan diketahui, biaya pesan tetap per pesanan, biaya simpan linear, pengisian kembali satu lot sekaligus, harga unit tetap, serta tidak ada kehabisan stok dalam perhitungan. Jika kondisi berbeda, hasilnya menjadi titik pembanding yang perlu disesuaikan, bukan keputusan optimal yang sudah terbukti.
Contoh Perhitungan EOQ
Skenario ilustratif, bukan data klien. Sebuah perusahaan membutuhkan 12.000 unit komponen per tahun. Biaya pemesanan relevan diperkirakan Rp150.000 per pesanan dan biaya simpan Rp6.000 per unit per tahun. Perhitungannya:
- EOQ = √(2 × 12.000 × 150.000 ÷ 6.000).
- EOQ = √600.000, atau sekitar 774,60 unit per pesanan.
- Frekuensi teoretis = 12.000 ÷ 774,60, sekitar 15,49 pesanan per tahun.
- Rata-rata stok siklus teoretis = 774,60 ÷ 2, sekitar 387,30 unit, belum termasuk safety stock.
Angka pecahan tersebut bukan instruksi mengirim setengah pesanan. Procurement perlu menentukan pembulatan sesuai kemasan dan jadwal pasok, kemudian membandingkan biaya kandidat. Misalnya, jika kelipatan kemasan 50 unit, uji 750 dan 800 unit.
Bandingkan Total Biaya Relevan
Dalam model dasar, biaya pesan tahunan adalah (D ÷ Q) × S dan biaya simpan stok siklus tahunan adalah (Q ÷ 2) × H. Dengan Q sebesar 750 unit, biaya pesan menjadi Rp2.400.000 dan biaya simpan Rp2.250.000, sehingga total relevan Rp4.650.000 per tahun.
Untuk Q sebesar 800 unit, biaya pesan Rp2.250.000 dan biaya simpan Rp2.400.000. Totalnya juga Rp4.650.000. Titik EOQ teoretis menghasilkan sekitar Rp4.647.580. Perbedaan kecil ini menunjukkan bahwa keputusan kemasan dan pelaksanaan dapat lebih penting daripada mengejar angka desimal.
Total di atas hanya mencakup dua komponen model. Harga pembelian, biaya kekurangan, pajak, pengiriman bertingkat, dan biaya lain belum otomatis masuk. Jika harga unit sama untuk semua Q, biaya pembelian tahunan tidak mengubah pemilihan minimum pada model ini. Ketika ada diskon kuantitas, masukkan biaya pembelian dan evaluasi kandidat pada setiap tingkat harga.
Bagaimana Menentukan Biaya Pesan Dan Biaya Simpan?
Periksa Biaya Yang Benar-Benar Berubah
Petakan pekerjaan administrasi, penerimaan, pemeriksaan, atau biaya pengiriman tetap yang relevan per pesanan. Jangan langsung memasukkan seluruh gaji departemen menjadi S jika biaya tersebut tidak berubah terhadap jumlah pesanan. Dokumentasikan metode estimasi agar finance dan procurement dapat menilai kewajarannya.
Pisahkan Biaya Simpan Per Unit Dari Tarif Persentase
Jika memakai tarif simpan tahunan i dan biaya per unit c, maka H = i × c. Contoh: tarif 20% dan biaya unit Rp30.000 menghasilkan H Rp6.000 per unit per tahun. Tarif tersebut hanya asumsi contoh; perusahaan harus menetapkan komponen serta dasar perhitungannya sendiri.
H dapat mempertimbangkan biaya modal, ruang, penanganan, kerusakan, dan keusangan sesuai karakter barang. Hindari menghitung komponen yang sama dua kali. Perubahan asumsi H perlu disimpan bersama hasil EOQ, bukan ditimpa tanpa riwayat.
Kapan Hasil EOQ Perlu Disesuaikan?
- MOQ dan kemasan. Pesanan tidak boleh di bawah minimum pemasok atau melanggar kelipatan yang disepakati.
- Umur simpan. Lot besar dapat melampaui kebutuhan sebelum masa pakai berakhir.
- Ruang dan kas. Hasil model mungkin tidak layak terhadap kapasitas gudang atau batas modal kerja.
- Permintaan tidak stabil. Kebutuhan proyek atau musim tidak selalu cocok dengan rata-rata tahunan.
- Pasokan bertahap. Pengiriman sebagian atau produksi internal memerlukan perlakuan berbeda dari pengisian satu lot sekaligus.
- Harga dan ongkir bertingkat. Titik minimum model sederhana belum tentu menjadi pilihan termurah setelah struktur harga dimasukkan.
Jika biaya simpan menjadi dua kali sementara variabel lain tetap, EOQ turun menjadi sekitar 0,707 kali nilai awal. Jika kebutuhan menjadi dua kali, EOQ naik sekitar 1,414 kali. Hubungan akar kuadrat ini berguna untuk menguji sensitivitas, tetapi tidak menghapus batas operasional di atas.
Hubungkan EOQ Dengan Titik Pemesanan Dan ERP
Gunakan reorder point untuk menentukan kapan memesan, sedangkan EOQ membantu membandingkan jumlah pesanan. Perhitungkan safety stock sesuai ketidakpastian secara terpisah. Bahan dengan kebutuhan tergantung jadwal produksi juga perlu dikaji melalui perencanaan kebutuhan material atau MRP.
Dalam ERP, simpan sumber D, versi biaya, tanggal berlaku, MOQ, kelipatan kemasan, dan alasan override. Uji apakah perubahan parameter hanya membuat rekomendasi atau langsung membuat dokumen pembelian. Untuk tahap awal, peninjauan manusia dapat membantu memeriksa hasil sebelum transaksi diterbitkan.
Pilih kelompok awal melalui analisis ABC persediaan, lalu evaluasi dampak kebijakan dengan inventory turnover dan indikator layanan. Nilai pemakaian, ukuran lot, dan perputaran tidak boleh dianggap satu ukuran yang sama.
Siapkan Pembanding Sebelum Mengubah Kebijakan Pembelian
Ambil satu kelompok material dengan histori yang cukup. Bandingkan jumlah pesanan aktual, kandidat EOQ, kebutuhan ruang, dan konsekuensi kas. Tetapkan kriteria penerimaan bersama procurement, gudang, dan finance. Jangan mengklaim penghematan dari simulasi sebagai hasil yang sudah terjadi.
Untuk memetakan aturan pembelian ke sistem ERP perusahaan, siapkan data pemakaian, biaya, batas pemasok, dan contoh pengecualian. Diskusikan kebutuhan perencanaan persediaan dengan Layana.ID sebelum menentukan cakupan otomasi.
Referensi: SAP Integrated Business Planning, “Economic Order Quantity Calculation”, dan materi Manajemen Persediaan pada repositori pembelajaran Kemdiktisaintek, mengenai model biaya pesan dan biaya simpan. Contoh rupiah dan rekomendasi pengujian di atas merupakan simulasi editorial, bukan tarif maupun hasil proyek.
Gambar utama merupakan ilustrasi AI, bukan dokumentasi fasilitas atau proyek Layana.ID.
