AI Notulen Rapat: Dari Ringkasan Ke Tindak Lanjut Terverifikasi Baca Selengkapnya →
Supply Chain & Logistik

Landed Cost: Contoh Hitung Dan Alokasi Biaya Per Barang

Oleh Anggit Restu Pinuntun • October 30, 2026
Ilustrasi dua jenis kiriman dengan berat dan volume berbeda untuk alokasi biaya

Landed cost adalah biaya untuk memperoleh dan membawa barang ke lokasi serta kondisi yang ditetapkan dalam perhitungan perusahaan. Harga dari pemasok merupakan bagian awalnya. Ongkos angkut, asuransi, penanganan, dan komponen relevan lain dapat membuat biaya per barang berbeda dari harga pada purchase order.

Bagi finance, purchasing, dan perusahaan dengan beberapa SKU dalam satu kiriman, persoalan terpenting ialah menentukan biaya apa yang masuk dan bagaimana membaginya. Artikel ini memberi contoh alokasi operasional. Penetapan akun, kapitalisasi, pajak, dan perlakuan kurs harus mengikuti kebijakan akuntansi serta aturan yang dikonfirmasi tim finance.

Bedakan Harga Beli, Landed Cost, Dan Harga Jual

Harga beli menunjukkan nilai barang menurut kesepakatan dengan pemasok. Landed cost menambahkan komponen biaya perolehan yang relevan sesuai batas perhitungan. Harga jual merupakan keputusan lain yang juga mempertimbangkan margin, biaya penjualan, persaingan, dan strategi perusahaan.

Karena itu, selisih landed cost terhadap harga beli tidak otomatis berarti perusahaan rugi. Namun margin yang dihitung hanya dari harga pemasok dapat menyesatkan ketika biaya mendatangkan barang cukup material. Untuk perbandingan penawaran, gunakan batas biaya yang sama agar penawaran dengan ongkir terpisah tidak terlihat lebih murah secara semu.

Jangan menjumlahkan seluruh pengeluaran tanpa klasifikasi. Biaya internal, biaya yang sudah termasuk harga barang, dan komponen yang dapat dipulihkan perlu diperiksa agar tidak dihitung dua kali atau dicampur ke dasar yang keliru.

Tetapkan Komponen Dan Batas Perhitungan

Mulai dengan satu kiriman atau kelompok barang yang dapat ditelusuri. Catat harga barang, diskon yang relevan, ongkos angkut, asuransi, dan biaya penanganan berdasarkan dokumen. Bila ada bea atau pajak, minta finance menetapkan perlakuannya. Artikel ini tidak memakai tarif atau menyatakan semua pajak boleh dimasukkan ke persediaan.

Untuk setiap biaya, simpan pemasok penagih, dokumen, mata uang, status estimasi atau aktual, kiriman yang ditanggung, serta dasar pembagian. Batas tujuan juga harus jelas: sampai pelabuhan, gudang pusat, atau lokasi tertentu. Dua angka tidak dapat dibandingkan dengan adil jika cakupan perjalanannya berbeda.

Dokumentasi Microsoft Dynamics 365 Supply Chain Management menunjukkan bahwa alokasi landed cost dapat memakai kuantitas, volume, berat, atau nilai, dengan pengelolaan biaya estimasi dan aktual. Pilihan sistem tersebut menjadi referensi konsep; metode yang dipakai perusahaan tetap memerlukan dasar yang sesuai penyebab biayanya.

Rumus Alokasi Biaya Per Barang

Untuk satu kelompok biaya yang memakai dasar sama:

Alokasi Biaya SKU = Total Biaya Bersama × Dasar SKU ÷ Total Dasar Seluruh SKU.

Biaya Per Unit = (Nilai Beli SKU + Biaya Yang Dialokasikan Ke SKU) ÷ Jumlah Unit SKU.

Periksa satuan terlebih dahulu. Jika dasar alokasi memakai berat, seluruh SKU perlu menggunakan satuan berat yang konsisten. Jika satu tagihan hanya berkaitan dengan SKU tertentu, alokasikan langsung ketika bukti mendukung, alih-alih membebankannya ke semua barang.

Contoh Dua SKU Dalam Satu Kiriman

Berikut skenario ilustratif dengan mata uang rupiah dan tanpa komponen pajak, kurs, maupun biaya lain. SKU A berjumlah 100 unit dengan nilai beli Rp10.000.000 dan total berat 400 kg. SKU B berjumlah 200 unit dengan nilai beli Rp10.000.000 dan total berat 100 kg. Ongkos angkut bersama Rp2.500.000 diasumsikan ditentukan oleh berat.

  • Total dasar: 400 kg + 100 kg = 500 kg.
  • Alokasi A: Rp2.500.000 × 400 ÷ 500 = Rp2.000.000.
  • Alokasi B: Rp2.500.000 × 100 ÷ 500 = Rp500.000.
  • Biaya per unit A: Rp12.000.000 ÷ 100 = Rp120.000.
  • Biaya per unit B: Rp10.500.000 ÷ 200 = Rp52.500.

Total nilai setelah alokasi adalah Rp22.500.000, sama dengan total pembelian Rp20.000.000 ditambah angkut Rp2.500.000. Pemeriksaan jumlah ini membantu menemukan biaya hilang, pembulatan, atau alokasi ganda.

Jika ongkos dibagi rata ke 300 unit, setiap unit mendapat sekitar Rp8.333,33. Angka itu menghasilkan biaya unit A sekitar Rp108.333,33 dan B sekitar Rp58.333,33. Totalnya tetap sama sebelum pembulatan, tetapi distribusi biaya berubah. Contoh tersebut menunjukkan mengapa jumlah total yang cocok belum membuktikan dasar alokasi sudah tepat.

Pilih Dasar Menurut Penyebab Biaya

Berat dapat masuk akal untuk angkut yang memang ditagih menurut berat. Volume relevan ketika ruang menjadi dasar beban. Nilai barang dapat digunakan untuk komponen yang ditentukan berdasarkan nilai, sedangkan kuantitas cocok apabila unit memiliki karakter beban yang sebanding. Konfirmasi dokumen penyedia biaya sebelum memilih.

Satu kiriman dapat membutuhkan beberapa kelompok biaya. Jangan memaksakan asuransi, angkut, dan penanganan memakai dasar yang sama hanya karena ERP menyediakan satu tombol alokasi. Bila data pembaginya belum tersedia, tandai estimasi dan pemilik tindak lanjutnya.

Dasar pembagian merupakan keputusan yang dapat memengaruhi margin per SKU. Simpan versi kebijakan dan alasan perubahan. Membandingkan margin antarperiode tanpa menyadari perubahan metode dapat menghasilkan kesimpulan bisnis yang keliru.

Kelola Estimasi, Tagihan Susulan, Dan Koreksi

Saat barang datang, sebagian tagihan mungkin belum diterima. Sistem dapat menyimpan estimasi yang diotorisasi dengan sumber dan tanggalnya. Setelah biaya aktual tersedia, lakukan rekonsiliasi, bukan menambahkan seluruh aktual di atas estimasi tanpa pembalik atau koreksi yang sesuai kebijakan.

Tagihan susulan yang datang setelah barang terjual memerlukan keputusan finance tentang dampaknya terhadap persediaan dan biaya periode terkait. Jangan mengubah histori diam-diam agar margin lama tampak mengikuti angka terbaru. Pastikan laporan menyatakan versi biaya yang sedang ditampilkan.

Hubungkan biaya dengan PO, kiriman, serta penerimaan yang benar. Untuk memeriksa dasar tagihannya, lihat three-way matching PO dan invoice. Pemeriksaan tagihan dan pembagian biaya memiliki tujuan berbeda; keduanya perlu saling konsisten.

Data Yang Perlu Dibawa Ke ERP

  • Identitas SKU, jumlah, satuan, serta berat atau volume yang telah diperiksa.
  • PO, baris pesanan, penerimaan, dan identitas kiriman yang saling terhubung.
  • Jenis biaya, sumber dokumen, mata uang, serta status estimasi atau aktual.
  • Dasar alokasi, versi aturan, hasil per baris, dan selisih pembulatan.
  • Reviewer, keputusan koreksi, dan jejak perubahan yang dapat ditelusuri.

Uji satu kiriman campuran, biaya langsung untuk satu SKU, penerimaan sebagian, tagihan susulan, dan koreksi berat. Periksa bahwa alokasi tetap seimbang tanpa kehilangan referensi asal biaya. Jangan menyatakan sistem akurat hanya karena rumus di spreadsheet sudah benar.

Apakah Harga Termurah Selalu Berarti Biaya Terendah?

Tidak. Bandingkan penawaran dengan kuantitas, spesifikasi, titik tujuan, dan komponen biaya yang setara. Lengkapi perhitungan dengan risiko mutu serta ketepatan pengiriman. Harga merupakan bagian keputusan, bukan pengganti bukti kinerja pemasok.

Gabungkan perbandingan biaya yang setara dengan evaluasi supplier berbasis mutu dan pengiriman. Biaya perolehan membantu membaca harga, sedangkan scorecard menambahkan bukti kinerja yang tidak terlihat dari nilai invoice.

Bahas Biaya Perolehan Dengan Contoh Dokumen Nyata

Siapkan satu PO, daftar SKU, berat atau volume, penerimaan, dan tagihan terkait yang boleh ditinjau. Tempatkan kebutuhan ini di dalam alur procure-to-pay agar data biaya tidak menjadi perhitungan terpisah.

Pelajari cakupan ERP perusahaan dan diskusikan pemetaan landed cost bersama Layana.ID untuk menentukan data, dasar alokasi, serta skenario pengujian bersama finance dan purchasing.

Referensi konsep: Microsoft Learn — Landed Cost Module Overview. Contoh dua SKU dan perhitungan merupakan ilustrasi editorial, bukan tarif aktual atau nasihat pencatatan transaksi tertentu. Gambar utama merupakan ilustrasi AI.

Bagikan Artikel Ini:

Teks dan Tautan berhasil disalin!