Forecast bulan depan adalah 1.000 unit. Pesanan pelanggan sebesar 600 unit sudah masuk. Apakah ERP harus merencanakan kebutuhan 1.600 unit? Belum tentu. Jika pesanan tersebut merupakan realisasi dari permintaan yang sudah diperkirakan, menjumlahkan keduanya akan menghitung permintaan dua kali.
Forecast consumption adalah mekanisme agar pesanan aktual mengurangi bagian forecast yang relevan. Keputusan pentingnya terletak pada definisi relevan: produk, lokasi, pelanggan atau kelas permintaan, serta jendela waktu yang boleh saling mengonsumsi.
Contoh perhitungan dasar
Dalam contoh ilustratif yang disederhanakan, forecast awal 1.000 unit dikonsumsi oleh pesanan 600 unit. Sisa forecast menjadi 400 unit. Permintaan untuk perencanaan terdiri dari pesanan 600 ditambah forecast tersisa 400, sehingga totalnya tetap 1.000 unit.
Jika pesanan menjadi 1.200 unit pada kelompok dan periode yang sama, sisa forecast dibatasi nol dan kebutuhan menjadi 1.200 unit. Contoh ini mengasumsikan semua pesanan valid, satuan sama, serta tidak ada aturan lintas periode atau kelas permintaan lain.
Dokumentasi Oracle Supply Planning menjelaskan pengurangan sales order dari gross forecast menjadi net forecast. Perilaku rinci bergantung pada konfigurasi dan produk ERP; contoh sederhana di atas bukan jaminan perilaku semua sistem.
Aturan yang harus ditetapkan sebelum konfigurasi
- Identitas: produk dan lokasi mana yang boleh saling mengonsumsi? Apakah pesanan pelanggan tertentu memiliki forecast khusus?
- Tanggal: gunakan tanggal permintaan, janji pengiriman, atau tanggal lain secara konsisten.
- Jendela: apakah pesanan boleh mengonsumsi forecast periode sebelumnya atau berikutnya, dan sejauh apa?
- Status: tentukan perlakuan pesanan belum disetujui, dibatalkan, dikirim sebagian, dan sudah selesai.
- Satuan: sepakati konversi karton, kilogram, atau unit beserta pembulatannya.
Pesanan khusus yang memang berada di luar baseline tidak boleh otomatis dianggap sudah tercakup. Sebaliknya, forecast yang telah memasukkan kontrak besar jangan ditambah lagi dengan kontrak yang sama ketika menjadi sales order.
Kasus uji yang sering terlewat
Perubahan jadwal
Ketika pesanan pindah bulan, periksa apakah konsumsi pada bulan lama dilepas dan periode baru dihitung ulang. Total tahunan yang benar belum membuktikan kebutuhan material bulanan benar.
Pembatalan dan pengiriman sebagian
Tentukan apakah pembatalan mengembalikan forecast tersisa. Untuk pengiriman sebagian, periksa definisi kebutuhan yang masih terbuka. Jangan menghitung kuantitas terkirim dan kuantitas awal sebagai dua kebutuhan baru.
Integrasi yang mengirim ulang
Sales order dengan identitas sama harus memperbarui transaksi yang tepat. Pengiriman ulang dari integrasi tidak boleh membentuk pesanan duplikat. Simpan jejak konsumsi agar planner dapat menjelaskan angka kembali ke sumber.
Hubungkan ke MPS dan MRP
Forecast consumption berada sebelum atau di dalam proses penentuan permintaan, tergantung rancangan sistem. Setelah kebutuhan bersih benar, MPS dan MRP menerjemahkannya sesuai kapasitas, BOM, stok, dan pasokan yang tersedia. Salah hitung permintaan di awal akan terbawa ke pembelian bahan.
Mulai pengujian dengan satu produk dan beberapa pesanan yang mudah direkonsiliasi. Jika hasil berbeda, selesaikan definisi dan aturan sebelum memperluas data. Untuk menilai kesiapan alur forecast, sales order, dan produksi, diskusikan kebutuhan ERP dengan Layana menggunakan contoh transaksi perusahaan Anda.
Aturan consumption harus mengikuti definisi dalam proses demand planning dan rencana yang disetujui melalui S&OP.
