Affiliate Knowledge Base | Layana.ID

Gudang Amunisi Affiliate

Selamat datang di pusat edukasi afiliator Layana.ID. Di sini Anda akan menemukan materi presentasi, product knowledge, akses demo sistem, dan bank data kiat sukses untuk mencetak komisi pertama Anda.

Materi Presentasi (Sales Kit)

Kirimkan profil ini kepada prospek Anda sebagai pintu pembuka komunikasi awal.

Company Profile Layana.ID

Profil resmi perusahaan, daftar layanan, dan portofolio klien skala korporasi kami.

Unduh Dokumen

Product Knowledge

Klik pada kartu layanan di bawah ini untuk mempelajari spesifikasi lebih lengkap di website resmi.

Akses Demo Produk (Live)

Berikan akses ini agar calon klien bisa mencoba langsung kecanggihan sistem kami.

Layana ERP (Enterprise Edition)

Sistem terpadu operasional dan back-office perusahaan.

Buka Link Demo
Tampilan Demo ERP Layana

Melalui tautan demo ini, prospek Anda dapat mencoba simulasi sistem kami yang di dalamnya sudah mencakup modul-modul penting seperti: ERP Akuntansi (Trading & Retail), HRIS (Personalia), KPI (Sistem Penilaian Kinerja), dan Point of Sales (Aplikasi Kasir).

demoerp@layana.id
demoerp

Catatan Penting: Akun demo ini dapat diakses secara publik oleh siapa saja. Mohon ingatkan prospek Anda untuk tidak memasukkan data asli perusahaan yang bersifat rahasia ke dalam sistem demo ini.

Bank Data: Kiat Sukses Affiliate

Direktori strategi lapangan, target pasar, cara pitching, dan panduan objection handling untuk memaksimalkan closing Anda.

1. Target Pasar: Manufaktur & Pabrik

Fokus Pitching: Efisiensi stok bahan baku dan pengawasan mesin produksi.

Pabrik sering pusing dengan bahan baku yang tiba-tiba habis (selisih stok kertas) dan mesin yang mati mendadak. Tawarkan solusi Warehouse Management System (WMS) dengan Barcode Scanner dan pemantauan sensor mesin IoT (OEE) agar pabrik mereka terhubung ke satu dasbor.

2. Target Pasar: Retail & F&B (Restoran)

Fokus Pitching: Sinkronisasi multi-cabang dan Aplikasi Kasir (POS) yang tahan banting.

Masalah utama bisnis yang buka banyak cabang adalah laporan omset yang telat dan kecurangan kasir. Tawarkan aplikasi Point of Sales (POS) Layana yang memiliki fitur Offline-Mode (tetap bisa transaksi meski WiFi mati) dan otomatis memotong stok gudang pusat secara real-time.

3. Target Pasar: BUMN & Pemerintahan Daerah

Fokus Pitching: Transparansi SPBE, Aplikasi E-Gov, dan E-Procurement.

Pemerintah selalu mencari cara menaikkan indeks kepuasan masyarakat dan menghindari masalah audit BPK. Tawarkan pembuatan Portal Layanan Warga 1 Pintu, Sistem Lelang Pengadaan Barang (E-Procurement), atau Command Center khusus untuk Kepala Daerah dengan tingkat keamanan On-Premise Server.

4. Target Pasar: Supply Chain & Logistik Ekspedisi

Fokus Pitching: Melacak posisi truk, mencegah pencurian BBM, dan aplikasi pengemudi.

Perusahaan logistik membakar uang paling banyak di biaya bahan bakar. Tawarkan Fleet Tracker IoT yang sensornya bisa mendeteksi jika bensin disedot (Fuel Drop Alert). Serta tawarkan aplikasi seluler untuk supir agar mereka bisa mengunggah bukti pengiriman foto (e-POD).

5. Target Pasar: Pertambangan (Mining) & Kebun Sawit

Fokus Pitching: Area tanpa sinyal, Timbangan (Weighbridge), dan Keselamatan (K3).

Masalah terbesar tambang adalah area galian yang blank spot. Tawarkan Aplikasi Absensi Offline-First. Selain itu, cegah korupsi supir tambang dengan mengintegrasikan sistem langsung ke indikator mesin Jembatan Timbang menggunakan kabel Serial/API, sehingga tonase tidak bisa diedit manusia.

6. Target Pasar: Konstruksi & Infrastruktur

Fokus Pitching: Menghindari overbudget RAB dan melihat progres fisik nyata.

Proyek konstruksi sering gagal karena laporan material yang tidak rapi. Tawarkan Sistem ERP Konstruksi di mana Direktur bisa melihat Kurva S (Progres vs Waktu) secara real-time, dan sistem akan mengunci (block) secara otomatis jika pesanan pembelian material sudah melebihi batas RAB.

7. Target Pasar: HRD Perusahaan Skala Menengah – Besar

Fokus Pitching: Kemudahan Rekrutmen Massal dan Hitung Gaji Otomatis.

Manajer HRD benci mengoreksi psikotes pakai kertas dan menghitung uang lembur secara manual. Tawarkan platform Testku.co.id untuk skoring Psikotes AI seketika, dan HRIS Layana untuk hitung gaji (payroll) plus pajak PPh 21 dalam satu klik.

8. Ice Breaking: Cara Pitching Elegan via LinkedIn

Kirimkan Connection Request dengan catatan (Note) singkat. Jangan langsung jualan (Hard Selling).

“Halo Pak [Nama], saya mengikuti perkembangan [Nama Perusahaan] dan sangat terkesan. Saya bagian dari jejaring kemitraan Layana.ID (Software House B2B). Senang bisa terkoneksi dengan praktisi industri hebat seperti Bapak di sini.”

Setelah diterima (Acc), baru sapa kembali 2 hari kemudian untuk menanyakan apakah ada proses pencatatan manual di perusahaannya yang ingin diotomatisasi.

9. Ice Breaking: Pesan Dingin (Cold Message) WhatsApp

Jika Anda mendapatkan nomor prospek, gunakan pendekatan solusi masalah industri mereka secara langsung.

“Selamat pagi Pak/Bu [Nama]. Saya [Nama Anda] bermitra dengan Layana.ID. Kami baru saja membantu beberapa perusahaan logistik/pabrik memangkas kebocoran anggaran operasional mereka hingga 20% lewat otomatisasi aplikasi kustom. Saya yakin sistem kami bisa berdampak besar juga untuk [Nama Perusahaan Klien]. Boleh saya jadwalkan waktu 15 menit minggu ini untuk diskusi santai via Zoom/Gmeet dengan tim analis kami?”
10. Objection Handling: “Harga pembuatan software mahal sekali”

Edukasi klien tentang ROI (Return on Investment) dan perbedaan CAPEX vs OPEX.

Jawab dengan: “Betul Pak, biaya di awal (CAPEX) memang terlihat besar karena Bapak sedang ‘membangun pabrik digital’ dan menguasai Source Code-nya 100%. Tapi, mari kita hitung. Jika sistem kami bisa mencegah kebocoran stok senilai Rp 50 Juta per bulan, maka investasi Rp 200 Juta ini akan balik modal (BEP) hanya dalam 4 bulan. Bulan ke-5 dan seterusnya adalah efisiensi murni untuk laba perusahaan.”

11. Objection Handling: “Kami sudah pakai software SaaS langganan”

Serang kelemahan SaaS (Software as a Service) yaitu fitur yang kaku dan biaya per-user bulanan.

Jawab dengan: “SaaS memang bagus untuk perusahaan rintisan, Pak. Tapi saat bisnis Bapak makin besar, fitur SaaS pasti tidak bisa diubah-ubah menyesuaikan SOP baru Bapak. Belum lagi jika karyawan Bapak nambah dari 10 jadi 500 orang, biaya lisensi bulanannya pasti meledak tanpa batas. Dengan Custom ERP Layana, Bapak beli putus sistemnya, bebas nambah unlimited users tanpa tagihan bulanan tambahan.”

12. Objection Handling: “Kami sudah punya tim IT internal kok”

Jangan memaksakan pembuatan Full Custom App. Tawarkan layanan komplementer yang mempercepat kerja tim IT mereka.

Jawab dengan: “Luar biasa Pak! Tim internal sangat penting. Namun seringkali tim internal kewalahan dengan antrean task (backlog) harian. Layana bisa masuk sebagai tenaga bantuan via layanan IT Staffing (Dedicated Programmer). Kami pinjamkan programmer Senior kami untuk membantu tim Bapak mengejar target rilis proyek. Atau, kami bisa menjadi Sistem Integrator untuk membereskan masalah API bridging yang rumit saja.”

13. Kesalahan Fatal: Berdebat Bahasa Koding / Teknis

Tugas Anda adalah pembuka pintu (door opener). Jika klien dari Divisi IT mulai bertanya, “Apakah backend-nya pakai Node.js Microservices dan pakai Docker Container?”

JANGAN DIJAWAB NGAWUR. Segera hentikan percakapan teknis dan arahkan: “Pertanyaan teknis yang sangat bagus, Pak. Karena arsitektur IT Layana ini berstandar enterprise, mari saya aturkan jadwal meeting langsung dengan Tim Analis (CTO) kami besok agar bisa dibedah langsung keamanannya secara detail.”

14. Kesalahan Fatal: Menjanjikan Harga Pasti di Awal

Pembuatan software custom memiliki variabel yang tak terbatas (jumlah modul, kompleksitas akses, load server). Jika klien memaksa minta harga, jangan pernah sebut angka mutlak.

Jawab dengan elegan: “Biayanya bervariasi sesuai kompleksitas bisnis Bapak. Sebagai gambaran, proyek sekelas ini budget awalnya biasanya dimulai dari Rp 100 Jutaan. Namun, agar angkanya akurat dan tidak ada hidden fee, tim Layana akan melakukan wawancara kebutuhan dulu, lalu menerbitkan dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) resmi secara transparan untuk Bapak pelajari.”

15. Strategi Emas: Memanfaatkan Momentum Kuartal Keempat (Q4)

Di bulan September hingga Desember (Q4), banyak instansi Pemerintahan, BUMN, dan Korporasi besar sedang kebingungan untuk menghabiskan sisa anggaran tahunan (Budget Exhaustion) mereka agar pagu anggaran tahun depan tidak dipotong.

Ini adalah momentum paling manis untuk melakukan pitching pembuatan sistem IT atau penyewaan IT Staffing dalam jumlah besar karena keputusan persetujuan uang (ACC) di momen ini biasanya berjalan 3x lebih cepat dari bulan biasa.

16. Strategi Emas: Cara Follow-up Anti-Ghosting

Proyek IT level korporat butuh waktu panjang untuk diputuskan (bisa 1 – 3 bulan). Klien tidak membalas WA bukan berarti menolak, mereka mungkin sedang super sibuk.

Jangan follow-up dengan kata-kata: “Gimana kelanjutannya Pak?” (Terkesan menagih).

Gunakan pendekatan Value-Added: “Selamat pagi Pak [Nama]. Semoga selalu sehat. Saya kebetulan baru membaca artikel menarik dari tim Layana tentang [Topik Masalah Klien], dan langsung teringat diskusi kita minggu lalu. Jika Bapak sudah ada waktu luang bulan ini, tim kami siap melanjutkan bedah teknisnya.”

SOP & Alur Kerja Kemitraan

1

Identifikasi Target

Cari relasi bisnis (Pemilik Usaha, HRD, Direktur Operasional) yang sedang memiliki masalah pencatatan manual atau butuh sistem digital.

2

Grup Komunikasi

Buat grup WhatsApp yang berisi Anda, Calon Klien, dan Tim Layana. Lakukan perkenalan awal sebagai perantara.

3

Layana Ambil Alih

Tim ahli kami yang akan melakukan presentasi (Zoom/Offline), analisa sistem, dan negosiasi penawaran harga. Anda cukup memantau.

4

Pencairan Komisi

Setelah klien setuju dan membayarkan tagihan (DP/Termin), komisi 10% hingga 20% akan langsung ditransfer ke rekening Anda.

Ada Prospek Klien Hari Ini? Klik untuk lapor ke Tim Layana
Disalin ke clipboard!