Custom ERP & Business Platform
Sistem operasional, workflow, approval, inventory, finance, procurement, dan executive dashboard yang mengikuti proses perusahaan.
Layana.ID merancang sistem yang mengikuti proses, data, dan target bisnis Anda—bukan memaksa perusahaan menyesuaikan diri dengan software generik.

Proses bertambah kompleks. Cabang, peran, data, dan kebutuhan integrasi berubah. Sistem yang sebelumnya cukup mulai menciptakan pekerjaan manual baru.

Tim Layana memetakan masalah, peran, data, integrasi, dan risiko operasional sebelum solusi dikembangkan. Hasilnya adalah sistem yang relevan dengan cara perusahaan benar-benar bekerja.


Kami memadukan pemetaan proses, engineering, integrasi, data, dan implementasi bertahap dalam satu alur kerja.
Sistem operasional, workflow, approval, inventory, finance, procurement, dan executive dashboard yang mengikuti proses perusahaan.
Aplikasi mobile, offline-first, geotagging, inspeksi, pelaporan lapangan, presensi, transaksi, dan sinkronisasi data.
API, legacy sync, IoT, workflow automation, dashboard data, serta AI sesuai kesiapan proses dan kebutuhan keamanan.



Setiap tahap menghasilkan keputusan dan artefak yang dapat ditinjau. Scope, prioritas, dan risiko tetap terlihat sepanjang proyek.
Masalah, proses, stakeholder, data, dan batasan.
Scope, arsitektur, integrasi, prioritas, dan acceptance.
Alur utama dan keputusan UX divalidasi lebih awal.
Pengembangan iteratif dengan progres yang dapat ditinjau.
Validasi pengguna, perbaikan, migrasi, dan peluncuran.
Perbaikan dan pengembangan mengikuti pertumbuhan bisnis.
Kami membangun transparansi sejak awal agar keputusan scope, kualitas, penerimaan, dan kepemilikan tetap jelas.
Baseline, prioritas, asumsi, dan perubahan memiliki dampak yang terlihat.
Demo, keputusan, risiko, dan tindak lanjut ditinjau berkala.
Kriteria penerimaan disepakati dan diuji bersama pengguna bisnis.
Source code, dokumentasi, akses, dan deployment ditetapkan dalam perjanjian proyek.
Ringkasan berikut merujuk pada studi kasus yang dipublikasikan Layana.ID. Konteks lengkap tersedia pada halaman studi kasus.
Memetakan masalah, proses, data, stakeholder, dan kebutuhan integrasi.
Mengubah kebutuhan menjadi prioritas, alur, rancangan, acceptance, dan estimasi.
Membangun berdasarkan prioritas bisnis, diuji melalui UAT, lalu diluncurkan bertahap.
Ketika SaaS mulai membatasi proses, custom software memberi kendali untuk berubah lebih cepat, bekerja lebih presisi, dan berkembang tanpa memaksa bisnis mengikuti sistem.
Jangan paksa bisnis mengikuti software. Bangun software yang mengikuti bisnis.