Hari pencoblosan atau Pemilu 2019 telah berlalu, namun masyarakat masih berdebar-debar menunggu siapakah yang akan menang. Sejak Rabu Sore (17 April 2019), hasil perhitungan cepat (Quick Count) sudah dirilis mulai pukul 15.00 WIB. Namun ternyata hasil Quick Count bukanlah hasil akhir, melainkan pengumuman dari KPU lah yang menentukan. Selain Quick Count, ada beberapa metode perhitungan yang dua beberapa hari ini menjadi topik pembahasa yakni Real Count dan Exit Poll.  

Quick Count, Real Count dan Exit Poll, tiga istilah ini biasanya ramai dibicarakan di hari pemilihan umum. Ketiganya menunjukkan angka-angka suara yang diperoleh para calon yang dipilih, bisa presiden dan wakil presiden, partai politik, atau anggota legislatif. Meskipun menunjukkan hal yang sama, tingkat keakuratan ketiganya berbeda. Apasih perbedaanya ?

Quick Count

Quick count atau hitung cepat adalah metode penghitungan untuk mengetahui hasil pemilu secara prediktif dan cepat di hari pemungutan suara. Data quick count diperoleh dari berita acara hasil penghitungan suara (C1) di TPS.

Data hasil pemungutan suara dari TPS-TPS yang dijadikan sampel dikumpulkan dan ditampilkan secara real time dalam bentuk tabulasi. Berapa pun data yang masuk akan diakumulasi dalam presentase (100%). Biasanya ditayangkan melalui media.

Meski bukan hasil resmi KPU, namun quick count dianggap menggambarkan hasil pemilu sesungguhnya, sehingga lembaga survei berlomba-lomba menjadi yang terdepan menampilkan data quick count. Dan biasanya masing – masing lembaga survey memiliki hasil yang berbeda.

Baca juga : BINGUNG MAU PILIH YANG MANA, YUK CEK REKAM JEJAK CALEG DI 5 SITUS INI

Real Count

Real count merupakan perhitungan suara secara langsung terawasi oleh KPU. Hasil suara ini merupakan hasil yang sah menentukan siapa yang menjadi pemenangnya dalam pemilu. Real count menggunakan data dari KPU berdasarkan hasil hitung sesungguhnya. Di mana diketahui hasil sesungguhnya tidak bisa cepat dikeluarkan karena harus memlalui beberapa tahap verifikasi mulai dari tingkat daerah hingga nasional.

Istilah real count sebetulnya tidak dikenal dalam Pemilu. Istilah ini muncul sejak KPU membuat terobosan pada Pemilu 2014 dengan menampilkan hasil penghitungan di seluruh TPS di Indonesia secara valid.  Istilah yang dikenal adalah scan C1, yaitu hasil penghitungan di TPS yang dituangkan dalam form berita acara (C1), discan oleh petugas KPPS dan diserahkan ke KPU kabupaten/kota, lalu dikirim ke KPU RI untuk ditampilkan dalam bentuk tabulasi secara real time di website KPU.

Berbeda dengan quick count yang hanya sampling, metode scan C1 menampilkan seluruh TPS yang ada. Namun, lantaran data yang ditampilkan adalah hasil hitung sesungguhnya, hasil dari real count ini tidak biasa diketahui cepat, tapi bisa berhari-hari.

Ada daerah yang dalam 3 hari sudah 100% data yang masuk, namun ada daerah yang data masuk sangat lama karena kendala TPS yang sangat jauh, maupun kendala jaringan internet untuk mengirim scan C1. Tak hanya itu, meski data yang ditampilkan 100% sesuai dengan data di seluruh TPS, namun hasil scan C1 ini tidak bisa dijadikan rujukan karena bukan hasil resmi pemilu yang berasal dari rekapitulasi berjenjang secara manual. Selain itu, data dari scan C1 punya potensi salah karena diinput manual oleh petugas, meski kesalahan itu sangat minor.

Selain scan C1, istilah real count juga punya makna lain. Yaitu rekapitulasi berjenjang sesuai UU mulai dari TPS, ke kelurahan, lalu kecamatan, KPU kabupaten/kota, KPU provinsi, dan terakhir rekapitulasi di tingkat KPU RI. Real count ini pada nantinya selesai pada 22 Mei 2019 bersamaan dengan diumumkan siapa pemenang dari Pemilu 2019. Hasil rekapitulasi manual inilah yang resmi dan menjadi rujukan KPU dalam menentukan hasil pemilu.

Banyak yang menantikan siapa pemenang dari hasil real count, karena hasil quick count cukup membingungkan karena ada yang mengklaim kemenangan.

Exit Poll

Exit poll adalah survei yang digelar di hari pemungutan suara. Metodenya menggunakan surveyor yang bertanya langsung kepada pemilih yang sudah selesai menggunakan hak pilih. Sampel ditentukan secara proporsional untuk menggambarkan populasi.

Berbeda dengan quick count yang menggunakan data hasil penghitungan suara di TPS, hasil exit poll bisa diketahui lebih cepat karena sumber datanya adalah wawancara pemilih.

 

Sumber :

 

Tag : Quick Count, Quick count KPU, Quick count Pilpres 2019, Quick count Pemilu 2019, Quick count Pileg 2019, Real count, Real count KPU, Real count Pilpres 2019, Real count Pemilu 2019, Real count Pileg 2019, Real count Jurdil, Real count kawal pemilu, Real count bpn, Real count tkn, Real count terkini, Exit Poll, Exit Poll Pemilu 2019, Exit Poll Pilpres 2019, Exit Poll Pileg 2019, Exit Poll bpn, Exit Poll tkn, Exit Poll pemilu, Exit Poltracking