Layana LogoBy kristal | Diposting tanggal 16 Januari 2024

Pentingnya Implementasi Supply Chain Management System pada Perusahaan Manufaktur Anda!

BerandaArtikelInfo TeknologiPentingnya Implementasi Supply Chai...
Pentingnya Implementasi Supply Chain Management System pada Perusahaan Manufaktur Anda!

Supply Chain Management System adalah salah satu modul ERP yang begitu krusial bagi perusahaan, terlebih perusahaan manufaktur. Modul ini berfungsi untuk mengontrol seluruh proses pengadaan barang, pemroduksian barang, pergudangan, dan distribusi ke pelanggan. Dengan adanya modul ini, pihak perusahaan bisa memantau apakah ada masalah dari setiap proses, atau berapa selisih antara barang mentah menjadi barang jadi ketika proses pemroduksian, berapa presentasi produk yang gagal diproduksi, sampai ke tahap lancarnya proses distribusi.

Tanpa sistem ini, maka pihak perusahaan tidak akan bisa mengetahui secara real time apa yang tengah terjadi pada proses bisnisnya. Karena itu, sebaiknya di perusahaan Anda mengimplementasikan Supply Chain Management System ini. Berikut Layana.ID akan membahas lebih jauh mengenai bagian apa saja yang harus diimplementasikan ke Supply Management System untuk Perusahaan Anda.

1. Bagian Pengadaan Barang

Salah satu alasan penting kenapa harus mengimplementasikan Supply Chain Management System di perusahaan Anda adalah karena memiliki fitur Pengadaan Barang. Dengan fitur ini, pihak Perusahaan bisa merekam transaksi pengadaan barang mentah, mulai dari di mana barang itu dibeli, berapa jumlah yang dibeli, berapa nominal pembayarannya, apakah pembayarannya cash, tempo, atau bisa juga kredit, sampai ke siapa operator yang bertanggung jawab atas transaksi tersebut.

Dengan adanya fitur ini, maka semua transaksi pengadaan barang terekam dii database dengan rapi, dan apabila terjadi selisih di bagian mana pun, bisa langsung dilacak di mana letak selisihnya. Perekaman transaksi pengadaan barang menggunakan sistem juga meminimalisir kesalahan pencatatan yang mungkin saja terjadi apabila dilakukan secara manual oleh operator. Begitu ada transaksi yang terekam oleh sistem, maka secara otomatis data penyimpanan barang yang baru dibeli itu, akan secara otomatis diupdate.

2. Penyimpanan Barang Mentah

Hal lain dari pentingnya implementasi supply chain management system ke perusahaan Anda adalah setiap transaksi yang berlangsung di proses sebelumnya akan secara otomatis berkesinambungan dengan proses berikutnya. Dalam hal ini, transaksi pengadaaan barang akan bersinggungan langsung dengan penyimpanan barang mentah.

Di perusahaan manufaktur, setiap barang mentah yang telah dibeli, akan disimpan terlebih dahulu di gudang sebelum nantinya akan digunakan untuk memproduksi barang jadi. Dengan supply chain management system, setiap pembelian barang mentah, akan secara otomatis mengupdate jumlah stok dari barang mentah yang ada di gudang. Hal ini memudahkan operator untuk melakukan pemantauan terhadap ketersediaan stok barang mentah. Dengan fitur ini, operator juga bisa melakukan pengecekan barang di gudang dan memeriksa apakah ada barang yang cacat dan tidak layak untuk masuk ke tahap pemroduksian atau tidak. Selain itu, fitur ini juga bisa difungsikan untuk memberi notifikasi ke operator apabila terdapat barang mentah tertentu yang hampir habis dan langsung menyarankan melakukan pembelian.

3. Proses Produksi Barang Mentah ke Barang Jadi

Salah satu proses paling krusial dalam industri manufaktur jelas saja adalah pengolahan barang mentah menjadi barang jadi. Dengan adanya Supply Chain Management System, maka pihak perusahaan bisa mengetahui dengan detail setiap satu produk jadi membutuhkan bahan mentah apa saja. Selain itu, sistem ini juga bisa dengan detail melihat persentase penyusutan dari bahan mentah ke bahan jadi. Ketika operator menginputkan bahan-bahan apa saja yang akan digunakan untuk membuat produk jadi, maka sistem akan secara otomatis mengupdate stok dari bahan mentah.

Dengan adanya fitur pada Supply Chain Management System ini, operator juga bisa mengetahui berapa banyak persentase produk gagal yang ada dalam setiap proses produksi. Dengan begitu, maka pihak perusahaan bisa menganalisis bagaimana cara mengoptimalkan proses produksi tersebut. Setelahnya, setiap produk yang sudah jadi, akan secara otomatis mengupdate stok penyimpanan barang jadi.

4. Penyimpanan Barang Jadi

Sistem yang diimplementasikan juga berfungsi untuk melakukan pencatatan pergudangan untuk produk yang sudah jadi. Setelah terupdate secara otomatis di akhir proses produksi, maka sistem akan mencatat atribut dari produk jadi tersebut meliputi tanggal pembuatan, harga, kategori, tanggal expired, jumlah ketersediaan, dan masih banyak lagi.

Dengan begitu, operator bagian penyimpanan barang jadi akan dimudahkan dalam melakukan kontrol persediaan. Mengecek produk mana saja yang harus didahulukan untuk didistribusikan, mengecek produk mana saja yang dikembalikan ke gudang karena retur, juga mengontrol secara berkala apakah ketersediaan stok masih aman atau sudah perlu meminta pihak produksi untuk menyediakan produk jadi lagi. Sistem juga akan secara otomatis mengupdate stok barang jadi apabila terjadi proses distribusi ke pelanggan.

5. Proses Pendistribusian Barang Jadi

Tahap terakhir dari Supply Chain Management System adalah merekam transaksi pendistribusian barang jadi ke pelanggan. Sistem akan mencatat barang itu didistribusikan ke siapa, berapa jumlahnya, berapa nominal pembayarannya, apa proses pembayarannya, menggunakan ekspedisi apa pengirimannya, serta mencatat kapan barang tersebut sampai ke tangan pelanggan.

Operator tinggal menginputkan proses transaksi, dan sistem akan secara otomatis mempermudah pekerjaannya terkait semua pencatatan yang penting, sekaligus secara otomatis mengupdate stok barang jadi.

Kesimpulan

Supply Chain Management System akan sangat mempermudah proses yang terjadi di perusahaan Anda. Karena itu, ada baiknya Perusahaan Anda segera mengimplementasikan sistem ini. Bagi Anda yang ingin mengembangkan Supply Chain Management System, Layana.ID siap membantu Anda. Kami adalah Softwarehouse yang sudah berdiri sejak 2016 dan telah banyak membantu bisnis skala kecil maupun besar untuk melakukan digitalisasi. Ingin berkonsultasi terkait Supply Chain Management System terlebih dahulu? Jangan ragu untuk menghubungi kami.

 

Bagikan