Layana LogoBy kristal | Diposting tanggal 29 Januari 2024

Panduan Membangun Aplikasi Social Commerce Bagi Calon Founder Startup

BerandaArtikelInfo TeknologiPanduan Membangun Aplikasi Social C...
Panduan Membangun Aplikasi Social Commerce Bagi Calon Founder Startup

Startup seputar creator economy berpotensi sangat naik di beberapa tahun ke depan. Saat banyak orang tertarik menjadi konten kreator, maka minat akan penggunaan aplikasi seputar konten juga meningkat. Salah satu yang paling menjadi sorotan saat ini adalah social commerce, alias e commerce berbasis di platform media sosial.

Entah transaksi berlangsung di platform tersebut maupun di luar platform, keduanya sangat potensial mengingat aktivitas penggunaan media sosial tengah tinggi-tingginya. Lantas, apakah membuat platform social commerce termasuk potensial untuk beberapa tahun ke depan? Jawabannya iya, hanya saja dengan beberapa catatan. Berikut ini Layana.ID akan membahas apa saja yang perlu disiapkan apabila Anda ingin mengembangkan startup seputar social commerce.

Membuat Media Sosial Baru atau Memanfaatkan yang Sudah Ada

Social Commerce bisa berhasil apabila platform media sosialnya sudah ramai akan pengguna. Karena itu, perlu dipikirkan apakah harus membuat platform media sosial baru atau memanfaatkan yang sudah ada. Membuat media sosial baru tidak harus menyaingi Instagram atau TikTok. Mengembangkan media sosial berbentuk forum profesi tertentu, pebisnis tertentu, atau bahkan hobi tertentu, bisa menjadi langkah menarik untuk diambil.

Katakanlah membuat forum untuk para programmer. Isinya bisa berupa thread seperti stack overflow, bisa juga video vertikal, atau micro blogs. Setelah media sosial tersebut ramai, barulah masukkan unsur e commerce di sana. Entah dengan menjual kelas terkait bahasa pemrograman baru yang potensial, entah menjual alat-alat elektronik yang menunjang pekerjaan programmer, atau bahkan bisa juga menjual merchandise.

Meski begitu membuat platform media sosial sejak awal tentu memerlukan effort tersendiri. Selain harus fokus ke e commerce, masih harus fokus ke membangun komunitasnya. Apabila effort tersebut dirasa terlalu membebani, maka hal paling masuk akal adalah dengan memanfaatkan platform media sosial yang sudah ada. Fitur toko di Instagram bisa dimanfaatkan. Tidak sama seperti Tiktok shop, fitur toko di Instagram hanya menampilkan katalog yang sudah disetting, dan apabila diklik, maka akan diarahkan ke platform lain untuk bertransaksi.

Dengan memanfaatkan fitur ini, maka yang perlu disiapkan hanyalah platform e commerce untuk Berjualan. Kunci keberhasilan dari konsep ini adalah dengan membranding media sosial dengan sebaik mungkin. Social Commerce sangat bergantung kepada media sosial. Saat media sosial sudah ramai, maka setiap konten tinggal disematkan produk dari fitur Instagram Toko yang sesuai. Pengguna yang tertarik tentu saja akan melihat katalog di toko, lantas melakukan transaksi di platform yang sudah dikembangkan sebelumnya.

Baik membangun media sosial sendiri maupun memanfaatkan yang sudah ada, keduanya memiliki satu kesamaan, yakni harus menyediakan konten yang menarik agar banyak orang mau berinteraksi. Hal itu dikarenakan prinsip utama dari social commerce adalah entertain first, sales later.

Anda Ingin Berjualan, Atau Sebatas Menjadi Platform Orang Lain Berjualan

Setelah memahami harus membuat dari awal atau tidak, kini Anda harus memikirkan hal berikut ini. Startup social commerce Anda akan digunakan untuk berjualan oleh perusahaan Anda saja, atau sebatas menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli, atau menggabungkan kedua konsep itu. Banyak yang masih sering keliru dalam hal ini. Inginnya membuat marketplace, tetapi ternyata yang berjualan hanya si pembuat marketplace tersebut. Itu bukan marketplace, melainkan online store. Keduanya sama-sama potensial, akan tetapi berpotensi berantakan apabila sejak awal ingin membuat online store namun eksekusinya malah membuat marketplace.

Apabila social commerce Anda difungsikan hanya sebagai wadah untuk orang lain berjualan, maka saat pengembangan, diperlukan fitur pendaftaran bagi user yang ingin berjualan, diperlukan fitur untuk pendaftaran user yang ingin berbelanja, dan juga fitur-fitur lain untuk memfasilitasi transaksi penjual dan pembeli. Di sisi lain, apabila social commerce Anda difungsikan hanya untuk online store, maka tidak perlu menambahkan fitur pendaftaran penjual. Satu akun toko saja sudah cukup, dan itu adalah toko milk startup Anda sendiri.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana cara mengetahui Anda butuh Social Commerce online store atau marketplace? Kembali ke bisnis utama Anda dulu. Apakah Anda punya produk atau jasa yang harus dijual? Kalau iya, maka online store adalah pilihan yang masuk akal. Apabila Anda tidak memiliki produk atau jasa yang ingin dijual, dan Social Commerce itu hanya sebagai wadah, maka tentu saja marketplace adalah pilihan yang tepat.

Keduanya bisa saja digabungkan, sehingga di marketplace tersebut, Anda sebagai pihak startup bisa juga berjualan. Hal tersebut sudah umum dilakukan berbagai marketplace meski mereka tidak mengakuinya secara langsung. Ada yang menyebut dengan istilah dihandle langsung oleh startup tersebut, entah dengan disebut Mall, atau berbagai penyebutan lain. Apabila Anda ingin memilih yang seperti ini, maka sangat tepat jika mengembangkan Social Commerce berbentuk marketplace. Dikarenakan lebih mudah menambahkan berbagai toko lain, termasuk toko milk Anda, apabila platformnya memang sudah memungkinkan sejak awal.

Bagaimana Cara Membuat Social Commerce?

Baik Anda ingin membuat Social Commerce mulai dari mengembangkan media sosial sendiri, memanfaatkan yang sudah ada, memilih ingin menjadi online store atau marketplace, maka kini pertanyaan berikutnya adalah bagaimana caranya membuat platform social commerce tersebut? Jawabannya tentu saja harus bekerjasama dengan vendor IT atau software house yang terpercaya.

Ada banyak vendor IT yang bisa Anda pilih, dan salah satunya adalah Layana.ID. Kami adalah perusahaan software house yang sudah berdiri sejak 2016 dan telah membantu banyak bisnis baik besar maupun kecil, BUMN maupun swasta, dan nasional maupun international, untuk melakukan digitalisasi. Kami bisa membantu Anda merealisasikan semua ide digitalisasi perusahaan Anda. Ingin berkonsultasi terkait pembuatan Social Commerce terlebih dahulu? Jangan ragu untuk hubungi kami.

 

Bagikan