Layana LogoBy kristal | Diposting tanggal 19 Desember 2023

Panduan Lengkap Membuat Aplikasi Marketplace dari Awal

BerandaArtikelBisnisPanduan Lengkap Membuat Aplikasi Ma...
Panduan Lengkap Membuat Aplikasi Marketplace dari Awal

Aplikasi marketplace merupakan aplikasi yang paling sering dikembangkan oleh startup. Mengapa? Secara konsep aplikasi marketplace adalah aplikasi yang paling mudah diaplikasikan. Banyak aplikasi marketplace seperti Alibaba, Amazon dan Tokopedia yang dapat dijadikan barometer oleh owner startup dengan menambahkan beberapa fitur unik lainnya. Aplikasi marketplace mempunyai model bisnis transaksional fee yang berarti owner startup mendapatkan keuntungan dari biaya transaksi jual beli yang ada di aplikasi marketplace. Untuk itu Layana.id akan membahas panduan untuk membuat aplikasi marketplace.

1. Perencanaan dan Penentuan Tujuan

Tanpa adanya perencanaan dan tujuan yang tepat owner startup tidak akan mengetahui apa yang dibutuhkan oleh pasar. Owner startup dapat mengidentifikasi kebutuhan pasar agar aplikasi yang dikembangkan dapat memenuhi kebutuhan pasar dan penggunanya. Adanya tujuan yang jelas mempercepat owner dalam mengambil keputusan untuk mempercepat proses pengembangan aplikasi. Dengan begitu aplikasi akan cepat juga untuk rilis, hal ini juga mengantisipasi  owner startup kehilangan momentum di pasar.

2. Riset Pasar dan Analisis Persaingan

Sudah banyak aplikasi marketplace yang sudah beredar di pasar. Hal ini tentu saja bisa menjadi acuan bagi owner startup dalam memutuskan seperti apa konsep aplikasi marketplace yang akan dibuat. Adanya riset dan analisis juga mengetahui kebutuhan pengguna dan menentukan fitur unik yang belum ada pada aplikasi marketplace lain. Selain itu owner startup harus memiliki target niche market nya dalam pasar. Seperti contoh pada Aplikasi K24 yang khusus menjual obat dan vitamin, atau Aplikasi Sociolla yang khusus menjual produk kecantikan.

3. Pemilihan Model Bisnis

Model bisnis yang tepat untuk aplikasi marketplace adalah transaksional fee. Kenapa? Karena  model bisnis ini memberikan keuntungan berupa biaya yang dilakukan dalam proses transaksi yang dilakukan oleh penjual dan pembeli. Owner startup dapat menentukan sendiri berapa persen keuntungan yang akan didapatkan. Selain itu model bisnis transaksional fee juga lebih mudah diterapkan di aplikasi marketplace.

4. Desain Konsep Aplikasi

Sebelum menentukan desain aplikasi pastikan sudah menetapkan niche market aplikasi yang akan dibuat. Selanjutnya owner startup dapat dengan mudah memilih desain aplikasi sesuai kebutuhan penggunanya. Kesesuaian desain aplikasi dengan pengguna akan menciptakan hubungan yang lebih persuasif. Sehingga pengguna merasa nyaman ketika menggunakan aplikasi.

5. Pemilihan Teknologi dan Stack Pengembangan

Penting bagi Anda untuk memilih teknologi yang relevan dalam mengembangkan aplikasi. Teknologi yang tidak relevan akan menghambat proses pengambangan aplikasi marketplace, misalnya Anda sebagai owner ingin menggunakan bahasa pemrograman .Net. Padahal Anda bisa menggunakan alternatif lain misalnya PHP atau Java Script. Penggunaan teknologi yang tidak relevan mengakibatkan beberapa kerugian seperti sulitnya mencari programer dan mahalnya biaya pengembangan aplikasi karena langkanya programer yang menguasai bahasa tersebut. 

6. Memilih Vendor IT & Memulai Koding

Jangan sampai Anda sebagai owner startup salah memilih vendor IT. Mengapa? Salahnya memilih vendor IT dapat menghambat proses pengembangan aplikasi, entah dari sisi programer yang kurang kompeten bahkan vendor IT yang belum mendapatkan kredibilitas. Layana.id sebagai software house yang telah berdiri dari tahun 2016 telah membantu banyak owner startup dalam mengembangkan aplikasinya. Layana.id memiliki programer yang handal dan sudah menguasai bahasa pemrograman terbaru. Selain itu Layana.id sudah memiliki kredibilitas yang sangat baik dalam membantu lebih dari 100 klien untuk mengembangkan aplikasinya. 

7. Pengujian Aplikasi

Pastikan aplikasi marketplace yang Anda buat telah lulus masa pengujian sebelum rilis. Hal ini bertujuan agar tidak ada lagi error dan bug yang mengganggu kenyamanan pengguna dalam menggunakan aplikasi. Adanya bug setelah rilis menandakan jika aplikasi yang telah dikembangkan tidak siap dipasarkan. Oleh sebab itu penting bagi owner startup untuk melakukan pengujian di berbagai device yang paling banyak digunakan oleh penggunanya.

 

8. Pemeliharaan dan Peningkatan

Pasca perilisan aplikasi bukan berarti tugas pengembangan aplikasi telah selesai. Namun setelah aplikasi rilis merupakan langkah awal untuk Anda sebagai owner startup mulai melakukan update dan peningkatan aplikasi sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Dengan begitu aplikasi yang dikembangkan akan tetap relevan dengan kebutuhan pasar. 

Berdasarkan pembahasan ini, bisa ditarik kesimpulan bahwa, mengembangkan aplikasi marketplace harus mempunyai langkah - langkah matang. Aplikasi marketplace tetap harus bisa menjawab kebutuhan pasar serta menyelesaikan masalah dari banyak orang. Karena itu, bagi Anda yang ingin membuat aplikasi marketplace untuk Startup, harus mulai memikirkan dengan matang apa saja yang dibahas pada artikel ini. Kami, Layana.id bisa membantu Anda untuk merencanakan pembuatan aplikasi yang sesuai kebutuhan pasar, serta merealisasikan pembuatan aplikasi tersebut. 

 

Bagikan