Layana LogoBy kristal | Diposting tanggal 16 Januari 2024

Mengaplikasikan Sistem ERP di Perusahaan, Sebaiknya Menggunakan SAAS atau Build Dari Awal

BerandaArtikelInfo TeknologiMengaplikasikan Sistem ERP di Perus...
Mengaplikasikan Sistem ERP di Perusahaan, Sebaiknya Menggunakan SAAS atau Build Dari Awal

Perusahaan Manufaktur sangat membutuhkan sistem ERP alias Enterprise Resource Planning, demi mempermudah proses bisnis dan mengurangi risiko human error. Permasalahannya, sistem ERP sangatlah luas dan terdiri dari berbagai modul di dalamnya. Modul-modul tersebut antara lain modul human resource, modul supply chain, modul produksi, dan masih banyak lagi. Untuk membuat seluruh modul tersebut tentunya membutuhkan biaya yang tak sedikit dan waktu yang lama. Di sinilah perusahaan manufaktur menemukan dilema, antara membuat sendiri sistem ERP mereka, atau berlangganan layanan Software as a Service (SAAS) yang sudah banyak tersedia di pasaran.

Untuk membantu Anda mempertimbangkan hal ini, Layana.ID memberikan gambaran mengenai perbandingan membangun Sistem ERP dari awal, dengan menggunakan Sistem ERP berbasis layanan SAAS.

1. Sistem ERP Berbasis Langganan SAAS

Saat ini ada banyak sekali Startup penyedia layanan SAAS untuk ERP. Baik yang per modul, atau bahkan memiliki seluruh modul yang ada pada sistem ERP. Perusahaan seperti Mekari Group sudah memiliki berbagai modul ERP yang bisa dipilih untuk diaplikasikan ke perusahaan Anda. Hanya dengan berlangganan bulanan, Anda sudah memiliki satu atau beberapa modul ERP yang siap membantu proses bisnis di Perusahaan Anda.

Meski begitu, sistem yang Anda gunakan jelas saja tidak akan bisa full custom dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Setiap modul ERP dari Startup penyedia layanan ini sudah disetting untuk hanya memiliki fitur standar. Itu berarti akan ada berbagai batasan yang Anda temui selama proses penggunaan modul ERP dari layanan tersebut. Beberapa modul ERP dari startup tertentu bahkan lebih ekstrem, yakni dengan mengenakan biaya tambahan setiap kali pemakainya ingin menambah produk. Itu artinya, perusahaan harus mengeluarkan biaya lebih apabila terjadi perubahan terkait bahan produksi. Selain itu, apabila sewaktu-waktu pihak Startup penyedia layanan SAAS ERP tersebut menaikkan biaya layanan, maka budget yang harus dikeluarkan juga bertambah. Belum lagi apabila terjadi masalah pada startup penyedia layanan ERP tersebut, maka setiap perusahaan yang menggunakan layanan mereka juga akan terkena dampak. Hal paling buruk adalah startup penyedia layanan ERP tersebut tutup sehingga sistem mereka tak bisa digunakan lagi.

2. Membangun Sistem ERP Sendiri

Demi menghindari ketergantungan akan pihak lain, dalam kasus ini adalah pihak penyedia layanan SAAS ERP, maka Perusahaan bisa mengembangkan sistem ERP sendiri. Harapannya adalah agar bisa lebih leluasa dan bebas melakukan custom terhadap sistem yang diibutuhkan. Meski begitu, seperti yang kita bahas di awal, sistem ERP sangatlah luas. Membuat seluruh modul sekaligus tentu saja akan memakan waktu dan biaya. Untuk mengatasinya, maka perlu dipikirikan mana modul utama yang memiliki prioritas tinggi. Apabila dalam proses produksi di perusahaan manufaktur mengalami dead lock di permasalahan pengadaan barang, maka modul Supply Chain bisa dikembangkan terlebih dahulu. Cara menentukan prioritasnya adalah, bagian mana dari proses produksi yang sangat krusial dan memiliki masalah, atau perlu mendapatkan bantuan secara sistem agar lebih efisien, maka bagian itulah yang perlu dibuatkan modul ERP terlebih dahulu.

Setelah menentukan mana yang prioritas, kini ada satu masalah lain, yakni proses pengembangannya. Pihak perusahaan bisa saja merekrut tim IT sendiri atau menyerahkan pengerjaan proyek ke Vendor IT. Apabila memilih merekrut tim IT sendiri, maka perlu dipertimbangkan bahwa untuk membuat sebuah sistem diperlukan beberapa orang dengan bidang yang berbeda. Perlu Back End programmer, perlu Front End Programmer, perlu QA Tester, perlu UI/UX Designer, bahkan perlu pemimpin tim itu juga. Merekrut orang-orang seperti itu tentu membutuhkan pengeluaran yang tidak sedikit mengingat gaji pekerja bidang IT tergolong besar. Terlebih, apabila pemimpin tim tersebut tidak bisa menerjemahkan perintah dengan baik, bisa saja pengerjaannya malah melebar ke mana-mana. Belum lagi apabila sistemnya sudah selesai secara menyeluruh, maka perusahaan masih harus menanggung beban menggaji semua orang dalam tim tersebut, meski pekerjaan mereka sudah jauh berkurang.

3. Membangun Sistem ERP Menggunakan Jasa Vendor IT

Alternatif lainnya, yang biasanya diambil oleh banyak perusahaan, adalah menggunakan jasa Vendor IT. Pihak Perusahaan tinggal menentukan modul apa saja yang prioritas, menentukan fitur-fiturnya seperti apa, kemudian memilih jasa vendor IT yang terpercaya. Begitu meeting dengan vendor IT, sampaikan seluruh kebutuhan dan data-data ke Vendor IT, dan pihak Vendor IT akan menganalisis seluruh kebutuhan perusahaan tersebut. Dengan adanya vendor IT, pihak perusahaan tidak perlu memusingkan ribetnya proses pengembangan sistem. Tim dari Vendor IT yang akan mengurus segalanya, mulai dari perancangan UI/UX sampai tahap prototyping, perancangan database, pembuatan sistem, pengecekan sistem, dan presentasi setiap progress kepada pihak perusahaan.

Dengan menggunakan jasa Vendor IT untuk mengembangkan sistem ERP Perusahaan Anda, maka keberhasilan pembuatan sistem tersebut jauh lebih besar. Meski begitu, penting untuk memilih vendor IT yang berkualitas dan sudah memiliki reputasi. Kami, Layana.ID, adalah sebuah softwarehouse yang sudah berdiri sejak 2016, dan telah membantu banyak bisnis skala kecil maupun skala besar untuk melakukan digitalisasi. Kami adalah vendor IT yang sangat tepat untuk membantu merealisasikan sistem ERP di perusahaan Manufaktur Anda. Ingin berkonsultasi mengenai sistem ERP yang sedang Anda siapkan? Jangan ragu untuk menghubungi kami.

Bagikan