Layana LogoBy kristal | Diposting tanggal 12 Desember 2023

Kesalahan Paling Umum Founder Startup Gagal Bayar Vendor IT

BerandaArtikelBisnisKesalahan Paling Umum Founder Start...
Kesalahan Paling Umum Founder Startup Gagal Bayar Vendor IT

Kasus founder startup gagal bayar ke Vendor IT setelah aplikasi selesai diembangkan sangat sering terjadi. Dari berbagai kasus yang pernah kami temui, terdapat beberapa kesalahan paling umum founder startup gagal bayar. Apabila hal ini terus terjadi, ini berpotensi merugikan finansial sekaligus reputasi kedua perusahaan.

5 Alasan Umum Founder Startup Gagal Bayar Vendor IT

Berbagai cara founder startup atau klien lakukan untuk menghindari pembayaran, salah satunya dengan mengatakan bahwa aplikasi masih memiliki banyak bugs. Karena itu, kami tertarik menggali beberapa penyebab kesalahan paling umum founder startup gagal bayar ke Vendor IT.

1. Ketidakpuasan dengan Produk Final

Beberapa klien mungkin menghilang karena mereka tidak puas dengan hasil akhir produk. Mungkin ada perbedaan antara harapan dan kenyataan, atau mungkin ada beberapa bug atau masalah yang tidak segera diatasi. Oleh karena itu penting bagi software house menanyakan tingkat kepuasan klien mengenai aplikasi yang telah dikembangkan.

2. Masalah Komunikasi

Komunikasi yang buruk dapat menjadi penyebab klien menghilang. Jika klien merasa tidak diinformasikan secara teratur atau tidak dapat berkomunikasi dengan tim pengembangan, mereka mungkin kehilangan minat atau merasa diabaikan. Sehingga perlu adanya update yang berkala kepada masing - masing klein terkait progres aplikasi yang sedang dikembangkan.

3. Ketidakjelasan dalam Kontrak

Kontrak yang ambigu atau tidak lengkap dapat menyebabkan kebingungan bagi klien. Jika klien tidak memahami sepenuhnya apa yang dijanjikan atau bagaimana biaya dihitung, mereka mungkin enggan melunasi tagihan. Software house tentunya harus membuat kontrak kerja sama atau MOU dengan detail untuk menghindari hal ini.

4. Perubahan Prioritas Bisnis Klien

Klien mungkin menghadapi perubahan prioritas bisnis atau keuangan yang membuat mereka tidak dapat melanjutkan atau menyelesaikan proyek dengan perusahaan software house. Adanya perubahan ini biasanya karena klien telah kehilangan momentum dalam pasar.

5. Kesalahan dalam Estimasi Waktu dan Biaya

Jika perusahaan software house tidak mampu memberikan estimasi yang akurat mengenai waktu dan biaya proyek, klien mungkin kecewa dan menolak untuk melunasi tagihan. Karena itu software house harus menganalisa kebutuhan dan timeline aplikasi yang dikembangkan sehingga dapat mengestimasi waktu pengerjaan aplikasi.

Kesimpulan

Dari kasus yang telah kami jabarkan di atas, ada baiknya Anda sebagai founder startup mempertimbangkan semua poin tersebut. Sehingga sebelum bekerja sama dengan vendor IT hal - hal tersebut bisa dihindari.  

Layana.id sebagai software house yang telah membantu lebih dari 100 klien dalam mengembangkan aplikasi berusaha untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Kami siap memberikan saran dan model bisnis yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Jadi jangan ragu untuk bekerja sama dengan Layana.id dalam mendigitalisasi bisnis Anda. Jadi, tunggu apa lagi? Langsung konsultasikan ide bisnis Anda dengan menghubungi Layana.id.

Bagikan