Punya bisnis kedai kopi tetapi sepi pelanggan? Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebabnya, seperti ketatnya saingan dengan kompetitor, tempat yang tidak strategis, menu minuman dan makanan yang biasa saja, atau lemahnya promosi. Nah, apabila ternyata kita sudah memiliki menu yang pasti enak dan terjamin kualitasnya, lokasi strategis, konsep kedai kopi yang keren, dan saingan kompetitor juga tidak terlalu ketat, maka bisa dipastikan bahwa kita lemah pada urusan promosi.

Membuka bisnis kedai kopi tidak cukup hanya memiliki menu yang enak. Kita harus tahu bagaimana cara menjual menu yang enak tersebut dengan berbagai cara. Di sisi lain, jika kita lemah di produk tetapi bisa melakukan promosi luar biasa dan mampu menjual produk kita, aksi complain akan bermunculan. Itu berarti kunci pertama adalah kita harus memiliki produk yang siap untuk dijual dan bisa diminati banyak masyarakat. Setelah itu barulah lakukan promosi untuk menjualnya.

Masalahnya adalah, cara promosi di kedai kopi biasanya itu-itu saja. Mengendorse selebgram, mengendorse foodgram, atau mengiklan di Facebook Ads. Nah, sudah pernah melakukan itu semua tetapi tidak mendapatkan hasil maksimal? Atau, bosan dengan cara super biasa itu? Jika benar demikian, maka beberapa cara antimainstream berikut ini bisa dicoba.

Buatlah Gimmick dengan Konten

Konten adalah segalanya. Percuma kita memiliki produk terbaik di dunia jika kita tidak bisa mengemasnya dengan baik. Artinya, jika menu di kedai kopi kita sudah baik dan memang layak diminati banyak orang, itu berarti kita masih lemah untuk urusan promosi. Nah, untuk melakukan promosi yang unik dan antimainstream, kita bisa membuat konten video dengan gimmick.

Saat ini algoritma reels Instagram tengah naik, sehingga jika kita membuat konten unik dan menarik di reels, besar kemungkinan konten kita akan ditonton. Lantas, video seperti apa yang harus kita buat? Video berupa vibes dan menu-menu kedai kopi kita bisa saja mendapat banyak view, akan tetapi video seperti itu tidak akan terlalu bisa mendatangkan kunjungan. Kita harus memiliki gimmick pada video kita. Jika kedai kopi kita berkonsep professional dan sedikit mengarah ke co-working space, maka kita bisa membuat konten membahas seputar pekerjaan, bisnis, dan teknologi. Buat skrip pendek sekitar seratus kata agar menjadi video sekitar satu menit seputar topik yang mau kita bahas. Lantas, entah kita sendiri atau memanfaatkan salah satu karyawan kita untuk on cam dan melakukan proses perekaman.

Lakukan editing sederhana dengan aplikasi seperti VN atau Canva, lantas unggah secara rutin tipe video seperti itu. Jika kita konsisten, akan sangat mungkin akun Instagram kedai kopi kita menjadi ramai dan banyak pengikut. Di sisi lain, potensi untuk mendapat lebih banyak kunjungan ke kedai kopi kita juga semakin besar.

Atau pilih gimmick lain seperti membuat video komedi seputar daily routine di kedai kopi, hubungan antar barista, hubungan barista dengan pelanggan, atau semacamnya. Kemas dengan nuansa komedi dan rutin membuat serta mengunggahnya di reels.

Manfaatkan Tren yang Akan Datang

Selain berpotensi mendatangkan kunjungan ke kedai kopi kita, membuat konten video di reels juga bisa digunakan sebagai alat promosi untuk berbagai promo yang kita buat. Bisa juga kita gunakan untuk memperkenalkan produk baru yang akan dirilis.

Nah, jika kita sudah memiliki konten video yang menarik sebagai alat untuk mendatangkan pengunjung sekaligus wadah promosi, kita juga harus bersiap untuk memanfaatkan tren minuman yang sedang atau akan datang. Kita memang harus memiliki menu andalan yang tidak boleh diubah jika sudah disukai banyak orang, tetapi kita juga harus punya slot untuk berbagai menu baru yang bertujuan mengejar tren. Nah, bagaimana cara mengejar tren tersebut?

Kita bisa melihat apa yang sedang tren di kota-kota lain dan belum masuk ke kota tempat kedai kopi kita berada. Biasanya, tren akan berasal dari dua kota besar yaitu Jakarta dan Surabaya. Ketika tren di sana panas, maka kota seperti Yogyakarta belum menerima tren tersebut. Dengan begitu, jika bisnis kita berlokasi di Yogyakarta, kita memiliki peluang untuk bersiap menerima tren tersebut. Kita bisa melakukan riset dan membuat produk sesuai tren, mempromosikannya di video konten kita, dan memulai tren tersebut di kota kita.

Go Metaverse!

Katakanlah kita sudah membuat konten video yang diminati banyak orang, bisa melakukan promosi terselubung di sana, maka yang harus layak kita coba berikutnya adalah Go Metaverse! Terdengar aneh dan tidak nyambung? Tidak juga. Nyatanya hampir semua lini usaha bisa memanfaatkan perkembangan era Metaverse ini. Salah satunya adalah dengan membuat NFT!

Kita bisa membuat NFT di marketplace populer seperti OpenSea atau Binance untuk promosi kedai kopi kita. Lantas, NFT seperti apa yang bisa kita buat? Tentunya bukan memfoto semua menu minuman dan mengunggahnya menjadi NFT. Yang bisa kita buat adalah Voucher diskon dengan desain menarik. Buat seratus voucher diskon dengan desain berbeda-beda dan diskon yang berbeda juga, unggah menjadi NFT, dan lakukan promosi terselubung menggunakan salah satu konten video kita.

Tujuannya apa? Kita bisa mendapat dua manfaat sekaligus. Pertama, kita bisa mendapat untung dari penjualan voucher sekaligus setiap penjualan kembali voucher tersebut oleh pemilik lama ke pemilik baru. Kedua, jika NFT kita ramai di marketplace dan menjadi viral karena konsep yang ditawarkan, maka otomatis kedai kopi kita juga akan ramai.

Nah, lantas apa manfaat dari NFT yang kita buat untuk pembelinya? Setiap orang yang memiliki NFT kita akan mendapat diskon sekian persen sesuai dengan jenis NFT yang dimilikinya. Dengan begitu, NFT yang kita buat tidak hanya berfungsi sebagai koleksi, melainkan dapat digunakan untuk mendapat keuntungan di dunia nyata.

Selain voucher diskon, kita juga bisa membuat NFT membership, di mana siapa pun pemiliknya akan menerima berbagai keuntungan dari kedai kopi kita. Keuntungan itu seperti dapat mencoba setiap menu baru yang dikeluarkan, mendapat diskon tetap, atau bahkan menerima merchandise tertentu.

Atau, kita bisa membuat NFT berupa mystery box dengan sistem gacha. Jadi, semua orang di marketplace hanya akan melihat NFT kita berupa desain kartu yang terbalik atau semacamnya. Ketika seseorang membelinya, kartu tersebut akan terbuka dan menampilkan desain menarik tentang menu kopi di kedai kita, atau peralatan seduh, atau biji kopi dari daerah tertentu. Pemilik NFT tersebut bisa mendapatkan item apa pun yang ada pada NFT tersebut dengan jumlah yang kita tentukan.

 
Tags :

Related Articles

Lowongan Jogja Video Editor & Lowongan Social Media diperusahaan Startup Digital

LAYANA.ID adalah perusahaan berbasis teknologi yang bertumbuh secara dinamis dan agile sejak 2017. K...

Pilihan Tempat Makrab Untuk Mahasiswa Di Jogja

Malam Keakraban alias Makrab adalah acara ‘kumpul-kumpul’ yang biasa digelar sebuah komu...

Lupakan OpenSea dan NFT, Mulailah Menghasilkan Uang di Fiverr

Ketika Mark Zuckerberg mengubah nama perusahaannya menjadi Meta sebagai bentuk totalitasnya menggara...