One Time Password atau OTP secara harfiah memiliki makna password yang hanya bisa digunakan sekali pakai. Tidak hanya sekali pakai, OTP juga memiliki rentang waktu aktif sehingga jika kode OTP tidak digunakan sampai rentang waktu tersebut habis, OTP tersebut tidak bisa digunakan.

Lantas, apa fungsi OTP? Fungsi paling sering digunakan adalah sebagai bentuk verifikasi sebuah akun. Untuk mengakses sebuah aplikasi yang baru diinstal di perangkat kita, kode OTP akan dikirimkan ke nomor ponsel yang terhubung ke akun, dan agar bisa masuk ke akun kita pada aplikasi tersebut, kita harus menginputkan kode OTP tersebut.

Karena terhubung dengan nomor yang sudah kita daftarkan, maka hanya kita yang bisa menerima kode tersebut. Artinya, jika orang lain mengetahui username dan password akun kita, orang tersebut tidak akan bisa mengakses akun kita karena tidak akan mendapat kode OTP.

Dengan fungsi OTP yang menjamin keamanan akun tersebut, hampir semua aplikasi saat ini menyediakan fitur ini. Saat kita melakukan registrasi di sebuah aplikasi, kita harus melakukan verifikasi nomor SIM kita menggunakan OTP. Selain untuk menjaga keamanan akun, OTP juga berfungsi untuk membatasi akun duplikat di sebuah aplikasi. Kode OTP dibutuhkan untuk memverifikasi nomor SIM, sementara saat ini satu orang hanya bisa memiliki nomor terbatas. Untuk membuat akun lain, seseorang harus menggunakan nomor yang berbeda untuk menerima kode OTP. Dan seperti yang kita tahu, proses registrasi nomor SIM baru sekarang jauh lebih sulit karena harus menghubungkan dengan KTP dan KK.

Maka dari itu, kombinasi antara kode OTP dan ribetnya registrar SIM Card baru akan mengurangi satu orang memiliki banyak akun. Tetapi, jika ternyata kita memang butuh untuk membuat banyak akun, misal untuk mengejar promo dahsyat dari sebuah aplikasi, bagaimana cara kita mengakalinya? Jawabannya adalah menyewa jasa penyedia OTP.

Bisnis Joki One Time Password yang Merajalela

 Sekilas terdengar aneh dan tampak tidak menguntungkan, tetapi penyedia jasa One Time Password sudah marak dan penyediannya merajalela, terutama di grup-grup Facebook. Mereka menjual jasa kepada para pemburu diskon di sebuah aplikasi.

Biasanya, sebuah aplikasi entah itu online food, marketplace, dompet digital, atau semacanya menawarkan reward besar-besaran kepada pengguna baru. Dikarenakan proses pendaftaran yang memerlukan OTP dan SIM Card yang belum pernah didaftarkan, diharapkan promo tersebut memang menyasar ke pengguna yang benar-benar baru dan akan menjadi pengguna aktif aplikasi tersebut.

Nah, bagi pengguna lama yang ingin memanfaatkan momen tersebut, mereka bisa menyewa jasa OTP ke penyedianya. Seseorang tinggal melakukan registrasi di sebuah aplikasi, dan ketika harus memasukkan nomor SIM Card, di sanalah joki OTP berperan. Kita bisa mengorder jasa joki OTP dengan harga berkisar dua ribu sampai lima ribu rupiah per nomor dan kode OTP. Kita akan diberi nomor SIM Card yang belum pernah didaftarkan aplikasi, lantas memasukannya untuk registrasi, dan begitu kode OTP dikirimkan ke nomor tersebut, penyedia jasa OTP akan mengirimkan kode OTP ke kita. Begitu kita mendapat kode tersebut, maka kita sudah berhasil mendapatkan akun baru dan siap menerima diskon super yang ditawarkan.

Lantas, dari mana sebenarnya para Joki OTP mendapatkan kartu untuk diperjualbelikan nomornya? Jawabannya beragam. Dulu, kita bisa mendapat nomor luar negeri di sebuah situs tertentu, dan menggunakan nomor tersebut untuk berbagai keperluan, termasuk registrasi aplikasi. Namun saat ini banyak aplikasi yang tidak menerima registrasi menggunakan nomor yang bukan berasal dari Indonesia.

Lantas, alternatifnya adalah paa joki membeli kartu kosong dengan jumlah banyak dan tentu saja harga murah. Lantas, untuk meregistrasikan nomor tersebut bagaimana? Bukankah diperlukan penghubungan dengan KTP dan KK? Jawabannya adalah, data KTP dan KK penduduk Indonesia saat ini bisa dibeli di pihak-pihak tertentu. Membelinya pun bisa dilakukan secara patungan dengan sesama joki OTP, sehingga mereka bisa mendapat banyak data dengan harga terjangkau. Dengan begitu, mereka sudah bisa menjual jasa OTP untuk banyak pelanggan.

Kenapa Ada yang Mau Membeli Jasa OTP?

Ada banyak alasan kenapa orang mau membeli jasa OTP. Yang paling mudah dipahami adalah untuk mendapat diskon besar atau reward yang sangat menguntungkan. Misa, sebuah aplikasi online food menawarkan diskon 80% untuk semua pelanggan baru, atau sebuah dompet digital menawarkan reward saldo seratus ribu untuk pengguna baru. Tawaran tersebut sayang untuk dilewatkan siapa pun, termasuk pengguna lama. Nah, untuk menyerbu promo tersebut dan mendapatkannya berulang kali, maka jasa joki OTP bisa laris manis.

Atau bisa juga ada orang yang membeli jasa OTP untuk mendapatkan keuntungan lainnya. Kita bisa saja mendaftar akun sebuah aplikasi yang memberikan promo dahsyat berulang kali, lantas menjual jasa diskon kepada semua orang yang membutuhkan. Perusahaan nasional seperti GO-JEK tersedia hampir di seluruh wilayah Indonesia, sehingga jika mereka memberi promo diskon 80%, kita bisa menjual diskon 50% ke semua orang di seluruh Indonesia selama promonya masih ada. Kita bisa menawarkan jasa diskon tersebut di grup-grup facebook yang aktif.

Para pemburu diskon tentu akan tertarik dengan penawaran kita. Kita tinggal melakukan pemesanan sesuai permintaan pelanggan kita dan mendapat keuntungan 30% dari transaksi tersebut. Kita hanya mengeluarkan modal dua ribu hingga lima ribu, dan bisa mendapat keuntungan berkali-kali lipat dengan menjual diskon tersebut.

Permasalahan dari cara ini adalah, biasanya diskon besar yang ditawarkan berlaku untuk pembayaran melalui Gopay. Dan biasanya, untuk mendapatkan diskon, kita harus melakukan pembayaran penuh dulu, barulah diskon 80% tersebut bisa diklaim. Artinya, kita harus tetap top up gopay dengan nominal harga seratus persen, dan di sanalah masalah muncul. Untuk akun baru yang belum verifikasi kartu identitas, saldo yang tertinggal tidak bisa ditransfer kembali ke rekening. Saldo tersebut hanya bisa digunakan untuk melakukan pemesanan lagi atau untuk pembayaran di merchant menggunakan QRIS. Dengan begitu, sia-sia saja diskon 80% tersebut jika kita tetap mengeluarkan uang 100% bukan?

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kita punya dua pilihan. Pertama, kita bisa mengajukan pembuatan kode QRIS ke pihak Gojek dengan mendaftarkan bisnis kita. Jika kita tidak punya bisnis, kita bisa saja meminjam bisnis teman kita. Nah, kode QRIS tersebut kita gunakan untuk mentransfer saldo gopay kita yang tersisa agar bisa masuk kembali ke rekening pribadi. Tetapi jika mendaftarkan bisnis untuk mendapatkan kode QRIS ternyata susah dilakukan, kita masih punya cara kedua. Apa itu? Kita bisa menyewa jasa! Benar, ada orang yang menyewakan QRIS mereka untuk penarikan saldo dompet digital.

***

Pemanfaatan kode OTP, selain menguntungkan pengguna untuk keamanan, ternyata menghasilkan bisnis unik yang tidak pernah kita bayangkan akan ada. Di samping bisnis terkait OTP tersebut, ternyata ada juga bisnis turunan yang bisa dimanfaatkan oleh banyak orang. Lantas, tertarik untuk mencoba bisnis tersebut?

 
Tags :

Related Articles

Jadi Startup Untung Apa Buntung? Ini Dia Sumber Penghasilan Startup Yang Baru Ditemukan

Jadi Startup Untung Apa Buntung? Ini Dia Sumber Penghasilan Startup Yang Baru Ditemukan Kemajuan ...

Skill yang Harus Dimiliki Jika Ingin Bertahan di Era Metaverse

Suka atau tidak, cepat atau lambat, segalanya akan serba metaverse suatu saat nanti. Untuk saat ini,...

Museum Hits di Jogja Yang Menarik & Instragam-able

Yogyakarta memang kota yang memiliki sejumlah tempat indah dan menarik untuk dikunjungi. Oleh karena...