Akhir-akhir ini banyak sekali pemberitaan terkait resesi ekonomi di tahun 2023. Banyak pro dan kontra terkait pemberitaan tersebut. Ada yang menganggapnya berlebihan, ada pula yang menganggapnya serius. Ada juga yang memilih untuk mengambil sisi positif dari hal ini, sehingga memutuskan untuk berjaga-jaga.

Nah, resesi sendiri artinya adalah ketika kondisi ekonomi suatu negara selama beberapa waktu mengalami penurunan berturut-turut. Dan faktanya, Indonesia bahkan dunia sudah mengalami kondisi resesi ketika pandemi tengah melanda hebat-hebatnya sekitar tahun 2020 sampai 2021 akhir.

Jadi, jika membahas mengenai seperti apa dampak resesi, tinggal bayangkan kembali susahnya kondisi masing-masing dari kita beberapa waktu lalu. Nah, kira-kira dampak seperti apa yang akan terasa bagi industri teknologi?

Yang jelas jika ekonomi memang akan mengalami resesi, maka banyak perusahaan yang akan mengurangi pengeluaran mereka. Katakanlah ada sebuah perusahaan startup teknologi maupun perusahaan konvensional yang ingin go digital, sedang merencanakan pembuatan software, baik website maupun aplikasi. Nah, mereka akan berpikir ulang tentang budgeting mereka. Yang awalnya jor-joran digunakan untuk pengembangan aplikasi, akhirnya direm dan dialokasikan untuk kebutuhan lain.

Dampak bagi softwarehouse, tentu saja akan semakin susah mendapatkan klien baru. Tidak mendapatkan klien, artinya pemasukan juga menghilang. Artinya beban operasional yang harus ditanggung softwarehouse juga semakin besar. Jika kondisi ini berlanjut, tidak menutup kemungkinan banyak softwarehouse yang akan gulung tikar.

Karena itulah diperlukan pemasukan alternatif bagi sebuah softwarehouse. Salah satunya adalah dengan menyediakan layanan dedicated programmer atau istilah lainnya adalah IT Outsource.

Konsepnya, sebuah softwarehouse menyediakan tim programmer tetap untuk sebuah perusahaan, di mana perusahaan itu membayar rutin setiap bulannya. Dengan cara seperti itu, maka sebuah softwarehouse bisa memiliki napas yang lebih panjang untuk menghadapi ancaman resesi.

Bagi perusahaan yang sedang merencanakan go digital dalam waktu dekat, sebagai antisipasi resesi ekonomi benar-benar terjadi di tahun 2023, menggunakan lawanan dedicated programmer atau IT Outsourcing bisa menjadi pilihan yang bijaksana. Kenapa? Karena proses pengerjaannya akan lebih fleksibel dan beban biaya juga tidak terlalu memberatkan karena dibayarkan per bulan.

Kenapa bisa lebih fleksibel? Jawabannya adalah karena tim yang disediakan oleh penyedia IT Outsourcing, secara khusus hanya mengerjakan proyek dari perusahaan itu. Artinya, tim IT yang disediakan sudah selayaknya tim internal perusahaan. Kualitas dari tim IT yang disediakan juga sudah pasti dijamin oleh oleh pihak penyedia IT Outsourcing, sehingga pengerjaan pastinya akan lebih cepat.

Nah, bagi perusahaan yang membutuhkan jasa dedicated programmer untuk pengembangan aplikasi, layana id telah menambahkan layanan IT Outsourcing, di mana kami siap menyediakan tim IT terbaik dan secara khusus akan bekerja selayaknya tim internal perusahaan Anda. Hubungi kami di layana.id untuk informasi lebih lanjut.

====================
LAYANA.ID Perusahaan IT Jasa Developer Aplikasi Mobile Untuk Perusahaan & Startup Digital Anda
Hubungi Kami :
marketing@layana.id
https://layana.id/
0818-0425-1557 (Marketing)
0812-3875-5559 (mr. Anggit - Manager)

Youtube : https://www.youtube.com/c/LayanaID/videos

Tags : jasa it outsourcing jasa dedicated programmer

Related Articles

Ingin Menjadi Freelancer? Begini Caranya Menentukan Harga

Menjadi freelancer atau pekerja lepas memiliki keuntungan pada beberapa hal seperti jam kerja fleksi...

POS : Mempermudah Bisnismu!

  Nadiblog.com - POS atau Point of Sale adalah sebuah sistem yang digunakan untu melakukan t...

Tips Sukses Membangun Bisnis dari Nol

Bill Gates adalah pengembang Microsoft yang dimulai pada tahun 1975 sampai saat ini. Tidak ada yang ...