Menjadi freelancer atau pekerja lepas memiliki keuntungan pada beberapa hal seperti jam kerja fleksibel, penghasilan sesuai kemampuan kerja kita, tidak harus masuk kantor setiap hari, dan lain sebagainya. Di sisi lain, menjadi freelancer juga memiliki kekurangan seperti tidak memiliki jam kerja pasti, susah mencari klien, mendapat klien yang ribet, dan tentu saja memiliki penghasilan tidak pasti.

Sebagian orang memilih untuk menjadi freelancer sebagai penghasilan utama. Sebagian lain berani mengambil risiko kehilangan waktu luang dengan menjadikan freelancer sebagai sampingan dari pekerjaan utamanya. Apa pun yang dipilih, menjadi freelancer jelas dapat digunakan mencari sumber pendapatan.

Permasalahannya adalah, jika kita baru ingin menjadi seorang freelancer, di mana kita bisa mencari klien? Pertanyaan ini sebenarnya bisa dijawab dengan mudah, yaitu tawarkan jasa kita di situs freelancer seperti sribulancer, fiverr, upwork, atau yang lainnya. Permasalahan yang lebih serius adalah, bagaimana caranya menentukan harga dari jasa kita?

Jangan Memberi Harga Terlalu Rendah

Kesalahan yang kerap dilakukan oleh banyak freelancer pemula adalah mematok harga terlalu rendah. Merasa ingin mengawali karier, lantas harga serendah-rendahnya diberikan guna mendapat banyak klien dan menambah portofolio.

Niat menambah jam terbang dan portofolio itu tidak salah. Yang menjadi masalah adalah ketika kita mematok harga rendah, bisa saja kita merusak harga pasaran yang ada. Jika hal itu terjadi, maka ketika kita ingin menaikkan harga karena sudah memiliki jam terbang dan portofolio, klien akan menolak tawaran kenaikan harga karena sudah terbiasa dengan harga murah dari kita.

Di sisi lain, hal ini akan memicu terjadinya perang harga. Jika kita mendapat klien karena harga murah, maka saat jam terbang tinggi dan menangani banyak klien, lantas ingin menaikkan harga, klien akan lari ke freelancer baru yang mematok harga jauh lebih murah daripada harga kita.

Itu adalah pandangan dari segi keberlangsungan harga. Mari lihat dari segi pendapatan kita. Mematok harga murah tentu saja membuat penghasilan kita jauh lebih kecil. Artinya, beban kerja bisa terasa lebih berat karena tidak mendapat penghasilan yang memadai. Menerima banyak klien dengan harga murah juga hanya akan membuat kita super sibuk dan kehabisan tenaga.

Hanya demi mendapat portofolio dan jam terbang, jangan relakan kesehatan kita dengan menerima klien melebihi kapasitas kita, apalagi dengan bayaran yang sangat murah.

Melihat Rate Jasa Serupa

Lantas jika kita tidak boleh memasang harga terlalu rendah, berapa harga yang layak kita tawarkan? Jawabannya adalah melihat rate harga dari jasa serupa milik kita. Misal kisaran harga rata-rata mendesain logo di pasaran adalah tiga ratus ribu, itu artinya kita bisa bermain di harga sekitar itu. Jangan pernah menjual jasa mendesain logo dengan harga lima puluh ribu jika harga pasarnya stabil di angka tiga ratus ribu. Aksi jual murah tersebut, sekali lagi akan menimbulkan rusaknya harga pasar yang sebelumnya stabil.

Kita bisa melihat harga rata-rata dari jasa yang kita tawarkan di situs freelancer yang beberapa di antaranya sudah kita bahas di atas. Dengan melihat harga pasaran, maka kita bisa menyesuaikan diri dan mengikuti harga tersebut.

Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Tetapi bagaimana jika pekerjaan kita jauh lebih mudah atau justru lebih susah untuk harga pasaran? Kita bisa melakukan penyesuaian harga. Kita memang harus mematok harga awal yang tidak jauh dari harga pasaran tersebut, tetapi kita juga harus terbuka dengan kemungkinan penyesuaian harga.

Jasa mendesain logo tiga ratus ribu. Tetapi jika desain yang diinginkan sangat mudah, ditambah kita sudah mengenal klien tersebut, kita bisa saja memberikan diskon. Ya, bahasanya adalah diskon, bukan penurunan harga. Harga kita tetap berada di angka tiga ratus ribu, tetapi kita bisa saja memberi diskon kepada beberapa klien yang mungkin memang membutuhkan.

Atau, kita bisa menaikkan harga jika permintaan desain terlampau rumit dan membutuhkan pengerjaan ekstra. Dari harga awal yang tiga ratus ribu, bisa saja karena kesulitan pengerjaan, kita menyesuaikan harga menjadi lima ratus ribu atau lebih.

Naikkan Harga Seiring Waktu

Jika kita sudah melalui semua proses di atas tadi, seiring berjalannya waktu kita bisa menaikkan harga. Dengan bertambahnya portofolio dan kepercayaan dari banyak klien, kita bisa percaya diri dengan menaikkan harga. Meski begitu, kemungkinan untuk menyesuaikan harga dengan beberapa klien tertentu tetap harus kita pikirkan. Kita bisa saja mematok harga mendesain satu logo senilai tujuh ratus ribu rupiah, tetapi tetap harus fleksibel melihat situasi dan kondisi.

***

Itu tadi adalah pembahasan tentang bagaimana cara freelancer pemula menentukan harga. Kita bisa merangkum artikel ini menjadi beberapa poin penting yaitu, jangan pernah merusak harga pasar dengan mematok harga rendah. Mematok harga rendah hanya akan menguntungkan sementara waktu karena kita tidak bisa menaikkan harga. Jika kita sudah terkenal dengan harga rendah dan mendadak menaikkan harga, klien akan kabur ke freelancer baru yang juga perang harga murah.

 
Tags : freelancer cara menjadi freelancer menentukan harga jasa cara menentukan harga freelancer

Related Articles

JASA PEMBUATAN WEBSITE PILKADA

Dengan semakin pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, saat ini sebagian partai politi...

POS : Mempermudah Bisnismu!

  Nadiblog.com - POS atau Point of Sale adalah sebuah sistem yang digunakan untu melakukan t...

Tips dan Trik Memulai Bisnis Franchise

Bisnis usaha waralaba, atau lebih dikenal dengan Franchise, semakin tumbuh dan berkembang pesat di I...