Membuka toko kelontong di kawasan perkampungan atau wilayah yang ramai penduduk bisa sangat menguntungkan. Toko kelontong selalu dibutuhkan warga karena lokasi yang dekat dan harga yang tentu saja bersahabat. Sayangnya, karena bisnis ini bisa dilakukan hampir oleh siapa saja, maka persaingannya pun ketat. Di suatu kawasan bisa saja ada lebih dari satu toko kelontong, dan mereka saling berebut pelanggan di wilayah tersebut.

Beberapa toko kelontong akan lebih diminati daripada yang lainnya karena berbagai alasan. Ada yang buka sampai dua puluh empat jam, ada yang menyediakan barang paling lengkap, atau sebatas karena toko tersebut yang berlokasi paling strategis. Apa pun itu, membuka toko kelontong sama saja seperti bisnis lainnya, memerlukan strategi untuk memenangkan kompetisi dari kompetitor. Sayangnya, beberapa orang yang ingin membuka toko kelontong tampak abai terhadap strategi dan asal buka, sehingga tokonya tidak begitu ramai.

Maka dari itu, berikut ini adalah hal-hal penting yang wajib dipikirkan dan dilakukan oleh siapa saja yang ingin membuka toko kelontong.

Mengusung Konsep Modern atau Sederhana?

Hal ini sangat penting. Kita harus menentukan apakah toko kelontong kita dikonsep modern seperti swalayan atau sederhana. Keduanya bisa menjadi solusi yang sama-sama bagus, tergantung di mana kita membuka toko kelontong. Jika toko kelontong di sekitar dikonsep sederhana dan belum ada yang memiliki konsep modern, maka jika kita membuka toko kelontong dengan konsep modern, tentu akan menjadi pembeda dan menarik perhatian. Namun sayangnya, jika kita membuka di daerah suburban atau malah pinggir kota, kebanyakan warga justru segan untuk datang ke toko kelontong yang memiliki konsep modern.

Maka dari itu, memilih seperti apa konsep toko kelontong, tentu harus mempertimbangkan di mana kita akan membukanya.

Pembeda dari Toko Kelontong Lain

Ini menjadi hal krusial. Kalau toko kelontong yang kita buka sama saja seperti mayoritas toko kelontong lain, maka jangan harap toko kita akan lebih ramai. Kita harus memberikan hal unik dan berbeda dari toko sejenis di wilayah yang sama. Hal paling penting dilakukan untuk menemukan pembeda adalah dengan survey.

Melakukan survey ke setiap toko kelontong yang ada di kawasan yang sama sungguh sangat penting. Kita bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing dari toko kelontong, lantas menentukan akan seperti apa toko kelontong kita. Toko kelontong satu dan yang lain tentu saja memiliki perbedaan ketersediaan barang, dan apabila toko kelontong kita bisa menyediakan barang yang tidak disediakan toko lain, maka hal tersebut bisa menjadi nilai jual toko kita.

Masalahnya adalah, apakah warga sekitar membutuhkan barang yang kita sediakan tersebut? Untuk mengatasi itu, kita harus melakukan survey ke warga tentang apa yang paling mereka butuhkan. Kalau bisa lebih mendalam lagi, kita bisa survey ke warga apa yang tidak tersedia di mayoritas toko kelontong tetapi sangat dibutuhkan. Dengan begitu, kita bisa mengupayakan untuk menyediakan barang yang dibutuhkan warga sekitar.

Sayangnya, jika kita sudah bisa menjawab kebutuhan warga dan toko menjadi ramai, maka kompetitor kita juga akan mengikuti yang kita lakukan. Salah satu contoh nyata adalah jam buka. Saat sebuah toko kelontong buka 24 jam sementara mayoritas toko lain tutup jam 23.00, maka peluang toko yang buka 24 jam menjadi ramai akan semakin besar. Ketika toko tersebut benar-benar lebih ramai, maka toko-toko lain akan memutuskan buka 24 jam juga sehingga persaingan akan semakin ketat.

Contoh lainnya adalah tersedianya POM Mini. Sekalipun ilegal dan berbahaya, toko kelontong yang menyediakan POM Mini akan jauh lebih ramai pelanggan dibandingkan toko lain. Hal ini menyebabkan toko-toko lain melakukan hal yang sama, yaitu menyediakan POM Mini di toko kelontong mereka.

Intinya adalah, jika toko kelontong kita sudah memiliki pembeda dan ramai pelanggan, maka kompetitor akan mengikuti apa yang kita lakukan, dan persaingan akan semakin sengit. Lantas, apa yang bisa kita lakukan? Jawabannya ada di poin berikutnya.

Gimmick Promosi

Kalau kompetitor selalu mengikuti apa yang kita inovasikan, maka salah satu cara mengatasinya adalah melakukan apa yang belum tentu bisa dilakukan toko kelontong lain. Kita harus memikirkan gimmick promosi. Salah satu cara paling mudah melakukan gimmick promosi adalah melalui media sosial. Ya, kita harus go digital untuk memajukan bisnis toko kelontong yang kita kelola.

Apa yang bisa kita lakukan dengan media sosial? Tentu saja kita membuat materi promosi. Memanfaatkan Instagram, kita bisa memberikan info seputar promo yang tengah disediakan di toko kelontong kita. Atau jika mau lebih kreatif, kita bisa membuat konten video lucu di lokasi toko kelontong kita dan mengunggahnya sebagai reels. Video pendek berdurasi maksimal satu menit bertema komedi bisa sangat membantu agar toko kita dikenal lebih luas. Apabila ada salah satu video kita yang viral, tentu saja itu akan sangat membantu banyaknya pelanggan yang akan datang ke toko kita.

Konsep Pencatatan Ketersediaan Barang

Katakanlah toko kita sudah ramai pelanggan, maka ada satu hal lagi yang harus kita miliki di toko kelontong. Sebuah sistem pencatatan ketersediaan barang yang baik. Akan sia-sia semua usaha promosi jika pencatatan kita sangat buruk dan tidak tahu seberapa banyak barang kita yang masih ada, atau barang apa saja yang sudah terjual, atau bahkan barang apa saja yang rusak.

Melakukan pencatatan secara manual akan sangat merepotkan. Ditambah, faktor human error akan sangat besar jika pencatatan dilakukan secara manual. Lantas, apa yang bisa kita lakukan? Tentu saja kita membutuhkan sebuah Sistem Informasi Ketersediaan Barang. Sebuah aplikasi yang membantu kita mengontrol ketersediaan barang. Aplikasi tersebut bisa terhubung langsung dengan sistem kasir sehingga otomatis mengupdate stok barang di database jika terjadi penjualan. Dengan memiliki sistem tersebut, maka memantau stok barang akan menjadi sangat mudah, dan tentunya sangat minim kesalahan.

***

Itu tadi adalah beberapa hal yang kadang terlupa saat ingin membuka toko kelontong. Kita, sebagai orang yang memiliki akses pengetahuan dan teknologi, tentu saja harus memikirkan cara terbaik agar toko kelontong yang kita kelola bisa bertahan dan mendapatkan banyak pelanggan. Maka dari itu beberapa hal yang kita bahas tadi haruslah dipikirkan secara matang. Intinya adalah go digital! Apa pun bisnis yang kita kelola, termasuk toko kelontong yang tampak sederhana, memanfaatkan teknologi adalah hal yang sangat penting.

Promosi di media sosial terbukti ampuh untuk mendatangkan kunjungan ke bisnis kita. Pun, Sistem Informasi yang memadai juga sangat membantu untuk mengelola bisnis. Pada kasus toko kelontong, Sistem Informasi Ketersediaan Barang adalah hal yang sangat jarang dipikirkan tetapi sangat penting dimiliki. Tidak membutuhkan komputer canggih untuk memilikinya, kita hanya butuh sebuah ponsel pintar untuk mengoperasikan sistem tersebut.

Masalah selanjutnya adalah, di mana kita bisa menemukan aplikasi ketersediaan barang yang akurat dan mudah digunakan di ponsel pintar? Nah, Layana. ID memiliki solusi atas permasalahan tersebut.

Layana.ID adalah Perusahaan Konsultan IT profesional berbasis di Yogyakarta yang akan membantumu membuat Aplikasi Android dan IOS / Mobile App. Selain itu, kami juga  membantu mendigitalisasi bisnis, mulai dari digital planning, UX Research, UI Desain, Pembuatan Logo brand, Pembuatan website, Pengembangan aplikasi mobile member, Hingga Promosi bisnis secara digital (SEO, Google ADS). 

Konsultasikan ide bisnismu dan dapatkan solusi digital terbaik. Tim IT Kami akan membuat idemu menjadi nyata.

 
Tags : membuka toko kelontong toko kelontong yang dibutuhkan untuk membuka toko kelontong promosi toko kelontong

Related Articles

HTTP VS HTTPS

Apa itu HTTP dan HTTPS ? Hypertext Transfer Protocol (HTTP) adalah protokol yang mengatur ko...

WhatsApp : Chatting Sambil Nonton Video?

KOMPAS.com - Bulan Mei lalu, WhatsApp telah mendaratkan fitur picture-in-picture di iOS. Fitur i...

6 Cara Mudah Mendapatkan Nasabah Kredit

Database Untuk mendapatkan database para pengusaha ditempat kamu bekerja, kamu bias dating l...