Layana LogoBy Anggit Restu | Diposting tanggal 18 Desember 2023

Founder Membangun Aplikasi Jangan Idealis Pahami Pasar dan Selesaikan Masalah Pengguna

BerandaArtikelBisnisFounder Membangun Aplikasi Jangan I...
Founder Membangun Aplikasi Jangan Idealis Pahami Pasar dan Selesaikan Masalah Pengguna

Merancang dan mengembangkan aplikasi yang berhasil bukan hanya tentang merealisasikan visi seorang founder. Tetapi lebih penting lagi, tentang memahami kebutuhan pasar dan menyajikan solusi yang signifikan bagi pengguna. Jika founder terlalu idealis dan memaksakan kehendaknya bisa menyebabkan akibat yang fatal yaitu kegagalan dalam bisnis. Oleh karena itu Layana.id akan mengulas masalah ini.

1. Penelitian Pasar yang Mendalam

Pahami kebutuhan pasar dan lakukan penelitian mengenai aplikasi yang akan Anda kembangkan. Pastikan aplikasi yang Anda kembangkan dapat memenuhi kebutuhan pasar. Dengan mengetahui kebutuhan pasar Anda sebagai owner dapat menentukan fitur apa saja yang akan ditambahkan pada aplikasinya.

2. Identifikasi Masalah Utama

Setelah mengetahui kebutuhan pasar, Anda dapat mengetahui masalah yang kerap terjadi. Masalah itu bisa Anda identifikasi, sehingga Anda dapat menentukan langkah konkrit agar aplikasi yang akan Anda kembangkan dapat secara nyata menjawab masalah. Identifikasi masalah juga dapat membantu Anda dalam menentukan model bisnis yang sesuai dengan aplikasi yang akan Anda kembangkan.

3. Fokus pada User Experience

Kenyamanan pengguna harus diutamakan saat mengembangan aplikasi. Apabila pengguna merasa nyaman dengan tampilan aplikasi maka berpotensi menghabiskan waktu lebih lama dalam aplikasi tersebut. Ada alasan kenapa tampilan Shopee dibuat begitu meriah, sedangkan tokopedia lebih simpel. Itu karena kedua marketplace tersebut sudah mengetahui kenyamanan dari pengguna mereka. Pengguna Shopee kebanyakan adalah perempuan, sedangkan pengguna Tokopedia mayoritas laki-laki. Perbedaan sekecil itu bisa berdampak besar dalam penentuan seperti apa tampilan serta alur pemakaian dari sebuah aplikasi.

Selain itu, kenyamanan pengguna juga berhubungan dengan mudahnya alur pemakaian aplikasi. Percuma apabila UI-nya bagus, tetapi alur penggunaannya membingungkan atau merepotkan. Hal simpel seperti melakukan pendaftaran akun, pengguna pasti merasa repot kalau harus mengisi satu per satu data pribadi. Padahal saat ini banyak sistem pendaftaran yang bisa langsung menggunakan data dari Google. 

4. Gunakan Teknologi yang Relevan

Penting bagi Anda untuk memilih teknologi yang relevan dalam mengembangkan aplikasi. Teknologi yang tidak relevan akan menghambat proses pengambangan aplikasi, misalnya Anda sebagai owner ingin menggunakan bahasa pemrograman .Net. Padahal Anda bisa menggunakan alternatif lain misalnya PHP atau Java Script. Penggunaan teknologi yang tidak relevan mengakibatkan beberapa kerugian seperti sulitnya mencari programer dan mahalnya biaya pengembangan aplikasi karena langkanya programer yang menguasai bahasa tersebut. 

5. Ciptakan Strategi Pemasaran yang Efektif

Tahapan paling krusial dalam pengembangan aplikasi adalah pemasaran. Banyak founder startup yang gagal dalam hal ini. Kegagalan itu bisa karena mereka lupa dan tidak melakukannya, atau bahkan mereka terlambat melakukan pemasaran. Kenapa mereka bisa terlambat? Karena mereka lupa sebelum produk itu jadi seharusnya mereka sudah melakukan pemasaran. Apabila para founder melakukan pemasaran setelah aplikasi jadi itu akan terlambat. Sebelum aplikasi selesai, penting bagi calon pengguna untuk mengetahui tentang aplikasi itu.

Apabila proses pemasaran sudah dilakukan sebelum aplikasi selesai, maka calon pengguna sudah siap dan berpotensi langsung menginstalnya. Proses promosi sendiri bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bisa dengan mencari Brand Ambassador. Bisa dengan gimmick di konten media sosial. Bisa juga dengan iklan berbayar dari berbagai platform yang menyediakannya. Founder bisa melakukan pemasaran di berbagai platform seperti melalui ads pada google, youtube dan facebook. Perlu diketahui bahwa setiap platform memiliki pendekatan yang berbeda. Untuk membangun awareness, platform iklan dari meta groups jauh lebih efektif.

6. Rilis Minimum Viable Product (MVP)

Menciptakan aplikasi yang sempurna bisa saja dilakukan. Akan tetapi pasti membutuhkan waktu yang sangat lama. Apabila memakan waktu lama dalam pengembangan aplikasi, bisa aja momentumnya hilang. Karena itu, penting bagi founder Startup untuk mengejar MVP alias Minimum Viable Product pada aplikasi yang akan dirilis. Fokus selesaikan fitur-fitur penting dan utama agar bisa segera dilempar ke pasar.

Aplikasi MVP harus segera dirilis agar bisa mendapatkan feedback dari pengguna. Meskipun banyak bugs yang akan ditemukan, namun hal itu sangatlah wajar. Semua aplikasi pasti memiliki bugs. Bahkan aplikasi seperti Instagram saja memiliki bugs. Merilis aplikasi MVP bisa menjadi salah satu cara menemukan bugs-bugs yang luput dari proses QA Testing. Setelah mendapatkan feedback dari pengguna, maka bisa dilakukan berbagai penyesuaian termasuk menyelesaikan bugs yang ditemukan.

Berdasarkan pembahasan ini, bisa ditarik kesimpulan bahwa, membangun aplikasi bukan hanya berdasarkan idealisme founder. Aplikasi dari startup harus bisa menjawab kebutuhan pasar serta menyelesaikan masalah dari banyak orang. Karena itu, bagi Anda yang ingin membuat aplikasi untuk Startup, harus mulai memikirkan dengan matang apa saja yang dibahas pada artikel ini. Kami, Layana.id bisa membantu Anda untuk merencanakan pembuatan aplikasi yang sesuai kebutuhan pasar, serta merealisasikan pembuatan aplikasi tersebut. 

Bagikan