Menjual NFT atau Non Fungible Token terbukti bisa mendatangkan banyak uang. Tidak berhenti di sana, pembuat NFT juga bisa menentukan royalti dari setiap NFT yang dibuat. Artinya, pembuat NFT tidak hanya mendapatkan uang dari menjual NFT, melainkan mendapatkan royalti dari setiap penjualan kembali NFT tersebut di masa depan.

Lantas kenapa ada orang yang mau membeli NFT seseorang? Jawabannya bisa berbagai alasan. Ada yang tertarik karena nilai seninya, ada yang ingin menjualnya lagi di harga lebih tinggi, atau ada juga yang sebatas ikut-ikutan karena sedang tren. Artinya adalah, saat ini yang paling diuntungkan dari tren NFT adalah pembuat NFT itu sendiri.

Maka dari itu, cara paling sederhana agar mendapat untung dari dunia NFT adalah, ciptakan karya dan ubah karya tersebut menjadi NFT!

Membuat dan Menjual NFT

Masalahnya adalah tidak semua NFT yang dijual di marketplace itu ada yang membelinya. Ada banyak sekali NFT yang masuk daftar jual tetapi tidak ada yang tertarik sama sekali. Dengan begitu, bagaimana bisa pembuat NFT mendapat uang?

Sebenarnya semua kembali lagi tergantung dengan seperti apa NFT yang seseorang buat. Apabila NFT yang dibuat tidak memiliki sesuatu yang menarik orang, sudah tentu besar kemungkinan tidak akan ada yang membeli NFT itu.

Dengan demikian, hal yang harus dipikirkan sebelum membuat dan menjual NFT adalah menentukan seperti apa NFT yang akan dibuat. Apakah sebatas desain biasa, atau desain dengan sistem mystery box, atau jusru NFT yang bisa menjadi akses untuk sesuatu di kehidupan nyata.

Membuat NFT unik yang belum pernah ada bisa menjadi daya tarik tersendiri. Semisal kita membuat NFT berupa desain karakter komik yang juga kita buat sendiri. NFT tersebut, selain berfungsi sebagai koleksi, juga dapat digunakan untuk mengakses setiap chapter terbaru dari komik yang kita buat. Tentu selain hanya menjual NFT di marketplace, kita harus memiliki website tersendiri sebagai wadah mengunggah setiap chapter terbaru dari komik kita. Atau, NFT tersebut juga bisa digunakan untuk mendapatkan merchandise seperti kaos, topi, atau aksesoris lainnya.

Lihat? Membuat NFT bukan sebatas mengunggah apa pun yang kita ambil dengan kamera.

Jika NFT yang kita buat memiliki keunikan tersendiri, pun memiliki manfaat lain selain sebatas koleksi, besar kemungkinan NFT kita laku di pasaran.

Membeli dan Menyimpan NFT

Tetapi bagaimana jika kita memang tidak bisa membuat NFT? Membuat yang sederhana saja susah, ditambah harus melakukan proses minting dan berurusan dengan Gas Fee yang nominalnya tidak sedikit.

Kalau begitu, yang bisa kita lakukan adalah membeli dan menyimpan NFT. Ya, bukan hanya menjual NFT, tetapi membeli dan menyimpan NFT juga bisa mendatangkan keuntungan bagi kita.

Cara paling mudah adalah membeli NFT yang sangat unik dan berpotensi mengalami kenaikan harga. Kita membeli NFT di harga awal, menyimpannya untuk waktu lama, lantas jika harganya sudah naik, kita jual NFT tersebut.

Sayangnya cara itu termasuk spekulatif dan tidak memiliki kepastian. Bisa saja NFT yang kita beli tidak mengalami kenaikan harga sama sekali. Atau, mengalami kenaikan harga, tetapi saat kita jual, tidak ada yang membelinya.

Dengan begitu, cara ini sangat memiliki risiko dan kurang tepat dilakukan oleh orang yang baru ingin terjun ke dunia NFT. Untungnya, cara mendapatkan uang dari NFT bukan sebatas itu saja. Ada satu cara lagi yang lebih minim risiko dan bisa dilakukan oleh siapa saja, dan tidak membutuhkan keahlian khusus apa pun. Cara itu disebut Staking NFT!

Staking NFT

Staking NFT memungkinkan kita mendapat keuntungan dengan cara menyimpan dan menahan NFT tersebut di sebuah platform tertentu. Kita akan mendapat bunga dengan besaran tertentu tergantung di mana jaringan blockchain NFT tersebut dibuat. Lantas, jika kita menahan NFT tersebut lebih lama, maka akan semakin besar bunga yang kita dapat.

Kenapa bisa begitu? Jawabannya adalah karena proses staking yang kita lakukan. Staking adalah aktivitas seseorang menyimpan dan menyerahkan token kripto ke platform tertentu. Token tersebut bisa berupa mata uang kripto maupun NFT. Nah, token yang kita simpan di suatu platform tersebut digunakan sebagai jaminan oleh platform itu.

Jaminan untuk apa? Untuk mendapatkan kepercayaan dari jaringan blockchain sehingga platform tersebut diperbolehkan memvalidasi sebuah transaksi yang dilakukan pada jaringan blockchain tersebut. Setelah memvalidasi transaksi, transaksi tersebut akan disimpan menjadi sebuah blok, dan blok tersebut ditambahkan ke sistem blockchain. Ketika validator—platform tempat kita menyimpan token kripto—memvalidasi transaksi, maka token kripto baru akan tercipta dan diberikan ke validator tersebut. Nah, token baru tersebut akan dibagikan ke semua orang yang telah menyimpan token kripto tadi.

Masih bingun dengan konsepnya? Semua ini berhubungan dengan sistem blockchain. Sebuah jaringan blockchain bekerja secara otomatis dan sangat bergantung dengan para penggunanya. Kita ambil contoh jaringan Ethereum. Jika ada seseorang melakukan transaksi di jaringan tersebut, maka yang akan memvalidasi transaksi tersebut bukanlah pihak Ethereum, melainkan pengguna lain yang menawarkan untuk menjadi validator. Jaringan Ethereum akan memilih validator dengan kriteria tertentu, dan salah satu kriterianya adalah sang validator harus memiliki banyak token kripto.

Itulah alasan kenapa validator menawarkan orang lain untuk menyimpan token kripto mereka di platform milik validator. Nah, ketika validator terpilih, maka transaksi di Ethereum tadi akan divalidasi, lantas diubah menjadi blok. Blok tersebut ditambahkan ke rantai jaringan. Itulah alasan kenapa konsep ini disebut blockchain, atau rantai blok, karena fungsinya memang menyimpan transaksi ke sebuah blok dan menambahkan blok tersebut ke rantai blok yang sudah ada.

Karena validator sudah bekerja, maka Ethereum memberikan hadiah berupa token Ethereum. Token tersebut diambil dari mana? Salah satunya adalah dari Gas Fee yang dikenakan pada proses transaksi. Nah, token tersebut akhirnya dibagikan ke semua orang yang menyimpan token mereka di platform sang validator. Besaran token yang didapat masing-masing orang berbeda, tergantung seberapa banyak token yang disimpan dan seberapa lama token tersebut disimpan.

Dengan begitu, kita bisa membeli sebuah NFT dan menyimpannya di sebuah platform yang bertugas sebagai validator blockchain. Kita tidak perlu melakukan apa-apa, tinggal menyimpan NFT kita dan membiarkan validator bekerja. Setelah itu, kita akan mendapat reward sesuai dengan ketentuan yang berlaku di awal.

Lantas, di mana kita bisa menyimpan NFT kita untuk melakukan staking? Sebenarnya ada banyak sekali tempat di mana kita bisa melakukannya. Pada ekosistem Binance, terdapat platform bernama NFT Power Station di mana kita bisa melakukan staking NFT kita. Karena jaringan Binance sudah sangat besar dan terpercaya, maka menyimpan NFT di NFT Power Station tentu akan jauh lebih aman daripada menyimpan di platform yang masih baru.

Atau, kita bisa melakukan staking di BakerySwap. Sebenarnya BakerySwap adalah marketplace NFT seperti pada umumnya, tetapi di sana juga menyediakan fitur staking NFT. Lebih menariknya lagi, salah satu bursa kripto ternama di Indonesia yaitu TokoCrypto telah melakukan Minting NFT mereka di BakerySwap dan kita bisa melakukan Staking terhadap NFT TokoCrypto tersebut dan mendapatkan reward token TKO.

***

Itu tadi adalah beberapa cara mudah mendapatkan uang dari NFT. Cara paling menguntungkan dan berpotensi langsung kaya tentu saja adalah cara pertama, tetapi cara tersebut memerlukan pengetahuan mendalam tentang bagaimana konsep NFT bekerja dan tentu saja harus menjual NFT yang unik. Cara kedua bisa menjadi pilihan jika kita tidak bisa membuat NFT yang unik, tetapi cara tersebut memiliki risiko yang terlalu tinggi. Maka dari itu, cara ketiga adalah yang paling mungkin kita pilih. Hasilnya memang tidak sebanyak jika kita menjual NFT, tetapi setidaknya kita akan mendapat penghasilan tambahan hanya dari membeli dan menyimpan sebuah NFT di platform tertentu. Selain itu, potensi kerugian juga sangat kecil karena kita tidak berspekulasi sama sekali.

Kita hanya perlu mencari platform staking yang terpercaya dan memang sudah banyak yang melakukan staking di sana. Yang hanya perlu kita lakukan adalah membeli dan menyimpan, lalu biarkan platform tersebut menjadi validator transaksi sebuah jaringan blockchain. Atau, kita bisa membuat platform dan mencoba menjadi validator sebuah jaringan sendiri. Dengan begitu, kita akan mendapat keuntungan lebih banyak dibandingkan hanya menyimpan token kripto. Masalahnya adalah, bagaimana cara membuat platform berbasis blockchain yang bisa menjadi validator transaksi? Tenang, Layana.Id punya solusinya.

Layana.ID adalah Perusahaan Konsultan IT profesional berbasis di Yogyakarta yang akan membantumu membuat Aplikasi Android dan IOS / Mobile App. Selain itu, kami juga  membantu mendigitalisasi bisnis, mulai dari digital planning, UX Research, UI Desain, Pembuatan Logo brand, Pembuatan website, Pengembangan aplikasi mobile member, Hingga Promosi bisnis secara digital (SEO, Google ADS). 

Konsultasikan ide bisnismu dan dapatkan solusi digital terbaik. Tim IT Kami akan membuat idemu menjadi nyata.

 
Tags : staking nft staking crypto staking coin validator blockchain blockchain passive income nft

Related Articles

Mumet Karena Kompetitor Banting Harga? Begini Cara Lepas Dari Situasi Berbahaya Itu

Mumet Karena Kompetitor Banting Harga? Begini Cara Lepas Dari Situasi Berbahaya Itu Dalam menjala...

LOWONGAN WEB PROGRAMMER LARAVEL DAN CODEIGNITER JOGJA

LOWONGAN WEB PROGRAMMER LARAVEL DAN CODEIGNITER JOGJA Layana.id adalah startup digital yang ber...

Cara Paling Sederhana Cuan dari NFT

Menjual NFT atau Non Fungible Token terbukti bisa mendatangkan banyak uang. Tidak berhenti di sana, ...