Bagi programmer, penting untuk memilih antara bekerja sebagai staff IT di perusahaan non IT, bekerja di sebuah Software House, atau memilih untuk mencari proyek sendiri dan mengerjakannya.

Kalau kemudian kita membahas besarnya pendapatan, sudah pasti mencari proyek pengerjaan software jauh lebih menguntungkan daripada bekerja di perusahaan. Sayangnya, untuk menerima proyek besar, kita tidak bisa mengerjakannya sendiri. Sebuah aplikasi mobile kompleks tentu saja butuh tim untuk mengerjakannya agar hasilnya maksimal. Maka dari itu, memikirkan untuk membentuk tim dan membangun software house kita sendiri sangat masuk akal.

Permasalahannya adalah, jika kita belum memiliki tim, bagaimana caranya membangun software house untuk menerima proyek-proyek besar? Berikut ini adalah beberapa hal yang patut kita pertimbangkan.

Hiring Programmer By Project

Jika kita sudah terbiasa menerima proyek-proyek sederhana seperti membuat company profile, sistem kasir online, atau sistem pengadaan barang, dan suatu ketika kita mendapat proyek besar, jangan pernah dikerjakan seorang diri.

Kita bisa memutuskan untuk mempekerjakan beberapa orang yang berkompeten di bidangnya. Mengerjakan aplikasi teknologi financial tentu saja akan memakan waktu untuk mempelajari proses bisnisnya, menghubungi pihak-pihak terkait, melakukan desain tampilan, membuat database, mengerjakan backend, mengerjakan frontend, melakukan testing, mengerjakan revisi, dan terus mengulanginya sampai proyek selesai.

Nah, kita tidak harus melakukan semua itu jika memiliki tim. Kita hanya harus mendesain rancangan utama dan alur pembuatan aplikasi, lantas menyerahkan proses teknis kepada tim kita. Masalahnya, bagaimana cara kita mencari tim? Kita bisa saja mengajak beberapa teman kita yang juga seorang programmer untuk ikut mengerjakan. Atau, jika tidak memiliki rekan programmer yang bisa diajak, kita bisa melakukan perekrutan programmer by project.

Kelebihan merekrut programmer by project adalah kita tidak harus menggaji mereka setiap bulan terus menerus, melainkan hanya menggaji mereka ketika ada proyek yang dikerjakan. Setelah proyek selesai, maka selesai juga proses menggaji mereka. Nah, ketika kita mendapat proyek besar lagi, kita bisa menghubungi para programmer yang dulu pernah kita rekrut tadi.

Untuk mencari programmer by project, kita bisa memasang iklan lowongan pekerjaan di akun Instagram seputar lowongan pekerjaan atau yang berkaitan dengan IT, mengiklan di situs seperti Glints, Jobstreet, atau semacamnya. Beberapa programmer yang sesuai kriteria kita bisa direkrut, diberi pekerjaan, lantas selesaikan proyek tersebut. Bersamaan dengan itu, kita harus bersiap-siap untuk mencari proyek lain lagi.

Hebatnya, kita bisa menjalin relasi baik dengan programmer by project kita, dan memanfaatkan portofolio dari masing-masing programmer, kita bisa meyakinkan lebih banyak calon klien untuk mendapatkan proyek yang lebih banyak. Dengan banyaknya proyek, otomatis para programmer yang kita rekrut juga semakin banyak mendapatkan penghasilan.

Pentingnya Memiliki Legalitas Hukum

Ada masalah serius berikutnya. Setelah memiliki tim yang siap mengerjakan proyek-proyek besar, yang bisa menjadi hambatan untuk mendapat lebih banyak proyek adalah masalah legalitas usaha kita di mata hukum.

Sebuah proyek besar dengan nilai ratusan atau bahkan milyaran rupiah tentu akan berhati-hati memilih software house untuk mengerjakan proyek itu. Salah memilih, bisa-bisa mereka terkena fraud dan uang muka yang sudah dibayarkan hilang dibawa kabur. Untuk mengantisipasi masalah tersebut, sebuah software house haruslah memiliki legalitas hukum.

Klien akan lebih percaya kepada kita jika software house kita berbadan hukum jelas, memiliki alamat kantor yang bisa didatangi, memiliki tim yang berkompeten, dan tentu saja punya rekam jejak yang baik. Nah, bagaimana kita bisa meyakinkan klien jika kita baru merintis software house?

Kita bisa saja sudah memiliki tim yang berkompeten. Kita juga memiliki banyak portofolio untuk ditunjukkan. Pun kita memiliki cukup rekam jejak. Tetapi kita tidak memiliki alamat kantor dan tentu saja tidak berbadan hukum sama sekali. Apa yang bisa kita lakukan?

Cara paling mudah adalah melakukan kerjasama dengan software house yang sudah memiliki semua kriteria di atas. Kita bisa meminjam nama mereka untuk meyakinkan calon klien. Tentu dalam proses ini, kita juga harus berhubungan baik dengan software house yang kita ajak kerjasama tersebut. Kita harus membuat software house tersebut percaya bahwa kemampuan kita mumpuni dan tidak akan memberi pengaruh buruk kepada software house tersebut. Proses pembagian hasil keuntungan juga harus dibicarakan dengan detail agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

Kita juga bisa memberi penawaran kepada software house tersebut bahwa kita siap membantu mengerjakan proyek milik mereka apabila ada klien baru, tetapi tim mereka sedang sibuk mengurusi banyak proyek lain. Dengan menjalin kerjasama baik semacam itu, maka kita bisa meminjam nama perusahaan mereka sebagai cara melakukan dealing kepada calon klien.

Cara Memperoleh Proyek

Tim yang berkompeten sudah kita miliki. Legalitas perusahaan bisa kita pecahkan masalahnya. Setelah itu pertanyaan paling krusial adalah, bagaimana cara memperoleh proyek baru? Kita bisa saja full selama berbulan-bulan mendapat proyek, tetapi akan ada masa di mana tidak ada satu proyek pun yang dikerjakan. Lantas, bagaimana cara agar menemukan klien baru?

Jika kerjasama dengan perusahaan software house lain tadi masih berjalan baik, proyek bisa saja datang dari mereka karena sudah terbangun kepercayaan. Atau bahkan, kita bisa terang-terangan menawarkan diri mengerjakan salah satu proyek mereka. Tetapi apabila perusahaan itu ternyata juga sedang tidak bisa memberi kita proyek, maka tentu saja kita harus melakukan usaha sendiri.

Digital marketing adalah hal yang harus kita kuasai. Kita harus bisa memasarkan jasa kita di dunia digital. Untuk melakukan ini, tentu saja kita harus memiliki website perusahaan yang professional dan menarik minat calon klien. Selain menampilkan portofolio, jasa yang bisa dikerjakan, dan profil perusahaan, ada baiknya website kita berisi artikel seputar teknologi dan selalu update artikel baru.

Untuk apa? Jika kita bisa memanfaatkan Search Engine Optimization pada setiap artikel di website kita, maka kunjungan ke website akan semakin banyak. Dengan banyaknya kunjungan ke website, artinya potensi mendapat klien akan lebih besar. Tentu saja pada setiap artikel yang diposting harus diberi sentuhan soft selling dan menunjukkan bahwa kita bisa mengerjakan pembuatan software atau semacamnya.

Selain itu, kita harus menguasai ilmu periklanan google dan Facebook. Mengiklankan jasa kita itu sangat penting, dan dua jaringan periklanan terbesar saat ini adalah Google Ads dan Facebook Ads. Kuasai ilmunya dan praktikkan. Dengan begitu, potensi mendapat klien baru akan semakin besar. Dan satu lagi, karena kita akan bermain Facebook Ads yang notabennya iklan akan tayang juga di Instagram, maka wajib hukumnya kita memiliki akun Instagram yang tampak professional.

Atau, kita bisa juga menawarkan jasa pembuatan website di marketplace freelancer seperti Fiverr. Tentunya jika kita sudah berniat berjualan jasa di Fiverr, kita memerlukan skill tambahan yaitu harus bisa Bahasa Inggris, dan siap melakukan dealing dengan calon klien di seluruh dunia.

Bangun Brand Perusahaan Sendiri

Hal yang tak kalah penting dilakukan selanjutnya adalah membangun brand perusahaan kita sendiri. Jangan terlalu lama mendompleng ke perusahaan lain untuk meyakinkan klien. Jika kita sudah memiliki cukup jam terbang, portofolio melimpah, track record baik, dan tentu saja tim yang kompeten, maka sudah waktunya untuk menyewa tempat sebagai kantor, menghubungi notaris untuk legalitas badan hukum perusahaan kita, dan mulai menerima klien dengan percaya diri atas nama perusahaan kita sendiri!

***

Itu tadi adalah beberapa hal yang harus kita perhatikan jika ingin membangun software house dari awal. Jika kita bisa melakukan tahapan-tahapan dari semua itu, maka memiliki software house sendiri yang siap menerima proyek besar bukan sebatas angan-angan lagi. Namun memang tidak bisa dimungkiri, mencari programmer untuk mengerjakan proyek besar itu bukan perkara mudah. Bisa-bisa, waktu proyek menjadi jauh lebih lama bukan karena kita mengerjakannya seorang diri, tapi karena terlalu lama mencari programmer yang bisa direkrut. Nah, untuk permasalahan itu, Layana.ID adalah solusinya. Kalau kita mendapat proyek besar, daripada membuang waktu untuk merekrut programmer, kenapa tidak serahkan saja kepada perusahaan lain dengan tim yang lebih mumpuni? Layana.ID bisa menyediakan tim yang sangat berkompeten untuk menerima proyek-proyek besar.

Layana.ID adalah Perusahaan Konsultan IT profesional berbasis di Yogyakarta yang akan membantumu membuat Aplikasi Android dan IOS / Mobile App. Selain itu, kami juga  membantu mendigitalisasi bisnis, mulai dari digital planning, UX Research, UI Desain, Pembuatan Logo brand, Pembuatan website, Pengembangan aplikasi mobile member, Hingga Promosi bisnis secara digital (SEO, Google ADS). 

Konsultasikan ide bisnismu dan dapatkan solusi digital terbaik. Tim IT Kami akan membuat idemu menjadi nyata

 
Tags : software house programmer membangun software house hiring programmer

Related Articles

Kenapa Sih Wanita Harus Ngoding ?

Selama ini profesi sebagai programmer memang lebih banyak digandrungi kaum adam dan secara...

Sejarah Lorem Ipsum Dalam Desain Grafis

Sering disingkat lipsum, merupakan teks standar yang ditempatkan untuk mendemostrasikan elemen ...

Layana Comp

...