9 MASALAH DI INDUSTRI MANUFAKTUR BESERTA SOLUSINYA

Secara sederhana, manufaktur merupakan proses membuat suatu atau beberapa bahan menjadi barang lain dengan nilai tambah yang lebih besar. Untuk kegiatan ini sendiri, tentu saja bisa di lakukan oleh perorangan maupun perusahaan. Sedangkan untuk industri manufaktur sendiri merupakan kelompok perusahaan yang tentu saja mengolah bahan-bahan menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Tentu saja nilai yang di hasilkan akan lebih besar. Kelihatannya memang sangat mudah sekali di lakukan. Namun tahukah anda, jika ada tantangan tersendiri yang memang harus di hadapi. Namun dari berbagai tantangan tersebut. Tentu saja kita juga harus tahu bagaimana cara dalam menghadapinya atau solusinya. Terlebih perekonomian saat ini tidak lagi stabil. Hal ini membuat tantangan dari industri manufaktur memang banyak dan harus dihadapi. Ingat, setiap tantangan ada solusinya

Apa saja tantangan dan solusi yang ada pada industri manufaktur? Simak di bawah ini!

1. Sulitnya memprediksi permintaan produk

Masalah utama yang sering di hadapi oleh produsen yang tidak memiliki pelopor canggih. Membuat mereka harus mereka tidak tahu seberapa banyak produk yang memang harus di persiapkan untuk beberapa bulan ke depan. Hal ini membuat kebutuhan pun tidak sesuai. Hasil yang di dapatkan akan kurang maksimal dan kurang memuaskan. Karena produsen tidak tahu apa yang memang sedang di butuhkan oleh pelanggan.

Bagaimana solusinya?

Untuk mengetahui permintaan pelanggan terkait produk tersebut. Maka dalam menjalankan industri manufaktur sebaiknya memiliki perangkat lunak yang melibatkan fitur pelaporan akurat. Hal ini memberikan kemudahan anda untuk mengetahui target penjualan dan tahu seberapa banyak produk yang di siapkan. Selain itu juga bisa mempertimbangkan berdasarkan kejadian-kejadian eksternal layaknya kurs mata uang, kenaikan harga bahan bakar mintak, trend pasar dsb.

2. Kesulitan mengontrol persediaan

Masalah selanjutnya yang terjadi dalam industri manufaktur ialah terkait pengelolaan persediaan. Namun dengan adanya bantuan solusi otomatis, tentu saja proses ini menjadi lebih sederhana. Akan tetapi, beberapa produsen bisnis dengan skala kecil, mereka masih memanfaatkan material secara manual. Ketika terus menerus melakukan pengecekan secara manual, tentu saja ini tidak efisien. Bahkan kesalahan pun bisa terjadi, hal ini membuat perhitungan tidak akan akurat.

Bagaimana solusinya?

Dalam industri manufaktur guna menghindari pembelian berbagai bahan dan peralatan yang sebenarnya tidak diperlukan. Atau mungkin menghindari terjadinya kekurangan persediaan bahan yang berakibat pada kepuasan pelanggan. Maka strategi manajemen persediaan yang baik sangatlah diperlukan. Dalam pemeriksaan pun harus di lakukan secara rutin. Supaya cepat dalam proses pengecekan, maka anda bisa melihat melalui barcode scanner.

3. Kesulitan meningkatkan efisiensi dalam pabrik

Banyak bukan dari produsen yang mencari cara agar mengurangi biaya serta meningkatkan efisiensi dalam pabrik? Beberapa dari pabrik memilih untuk mengurangi kualitas produk agar biaya tidak membengkak. Namun ini justru mengurangi kepuasan pembeli dan tidak ingin melakukan pembelian.

Bagaimana solusinya?

Salah satu cara terbaik untuk mengurangi biaya ialah mengurangi pekerjaan yang membuang banyak waktu dan tenaga. Tak hanya itu saja, produsen juga perlu mengurangi pembuangan material dan mengoptimalkan peralatan produksi dengan meminimalkan kerusakan.

4. Kesulitan dalam meningkatkan ROI

Tentu saja setiap produsen ingin meningkatkan ROI dengan mudah bukan? Dimana mereka menginginkan produksi yang banyak atau harga yang lebih tinggi. Apakah ini efektif? Tidak. Karena kondisi ekonomi yang tidak menentu membuat daya tarik konsumen juga bisa saja menurun.

Bagaimana solusinya?

Tingkatkan penjualan dengan strategi yang benar. Caranya dengan mendefinisikan return, hal ini karena ROI dapat mencakup penjualan yang tinggi, meningkatkan pendapatan, laba besar, mengurangi biaya produksi, retensi karyawan tinggi serta kepuasan pelanggan. Selain itu juga bisa memanfaatkan digital marketing dengan biaya yang lebih murah.

5. Kurangnya tenaga kerja yang berkualitas

Dalam industri manufaktur, hal ini tentu saja sering di alami bukan?  Hal ini terjadi karena pekerja manufaktur yang berkualitas sudah mulai meninggalkan pekerjaan mereka.

Bagaimana solusinya?

Sebagai produsen harus kreatif dalam merekrut karyawan. Caranya dengan mengandalkan platform online atau memposting lowongan pekerjaan. Selain itu juga memilih calon karyawan yang mampu bekerja dengan cepat, sesuai target, di bawah tekanan. Tak lupa juga untuk melakukan pelatihan kepada karyawan baru.

6. Kesulitan mengelola prospek penjualan

Kesalahan yang sering terjadi ialah melakukan prospek dengan cara yang sama. Namun tahukah anda jika setiap prospek harus diperlakukan secara khusus. Hal ini karena karakter, preferensi dan kebutuhan masing—masing berbeda. Terkadang mereka juga memilih peluang yang tidak menjanjikan bahkan lupa melakukan follow up.

Bagaimana solusinya?

Setiap produsen harus paham terhadap prospek. Tentu saja ini bisa di lakukan ketika team penjualan menghubungi atau menemui prospek secara langsung. Namun produsen juga harus memiliki satu sistem yang memberikan kemudahan untuk melakukan penyimpanan, pengelo0laan, melacak informasi dengan mudah.

 

BACA JUGA : 5 CONTOH PEMANFAATAN TEKNOLOGI SMART FACTORY DALAM INDUSTRI MANUFAKTUR. NO. 3 MIND BLOWING BANGET!

 

7. Bingung dengan teknologi baru

Setiap tahun sering terjadi kemunculan teknologi baru. Mulai dari IoT, perangkat lunak manufaktur dan robot. Namun tak jarang, beberapa produsen tentu saja akan merasa kebingungan.

Bagaimana solusinya?

Caranya ialah berdiskusi dengan seluruh pemangku kepentingan dan melibatkan karyawan untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi. Selain itu perusahaan juga harus siap untuk berinvestasi terkait teknologi yang diinginkan atau tidak.

8. Permasalahan muncul secara tiba-tiba

Sering terjadi permasalahan muncul secara tiba-tiba, hal ini membuat dana yang di keluarkan tentu saja akan membengkak. Membuat produsen pun harus siap tenaga dan tetap melewatinya. Namun beberapa mereka yang sering mendapatkan masalah besar mereka memutuskan untuk tidak melanjutkannya.

Bagaimana solusinya?

Mempersiapkan dana darurat atau tabungan darurat yang diisi terus menerus. Dengan memiliki dana darurat, jika saja terjadi hal yang tidak diinginkan maka bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu tentunya dan perusahaan pun tentu saja tetap berjalan dengan baik sesuai harapan.

9. Sales yang kurang tepat

Pemasaran sudah luas, tapi hasil kurang maksimal. Banyak mereka yang membutuhkan tapi tidak juga membeli. Mungkin permasalahannya ada di bagian sales. Seorang sales yang kurang ramah saja akan membuat mereka tidak berminat dengan produk yang sedang di tawarkan.

Bagaimana solusinya?

Dalam memilih seorang sales pastikan mereka tahu betul industri manufaktur yang sedang anda jalankan. Selain itu juga pastikan mereka mahir dalam berbicara dan juga tahu bagaimana menghadapi masalah dari konsumen. Hal ini pastinya memberikan nilai plush untuk industri yang sedang anda jalankan.

Nah itulah beberapa masalah yang terjadi dalam industri manufaktur. Tapi dengan adanya solusi pastinya dapat membantu anda untuk lebih maksimal dalam menjalankan industri manufaktur. Yang perlu diingat, setiap masalah ada solusinya. Namun solusinya juga harus tepat agar semua bisa berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan harapan.

 

BACA JUGA : 7 MANFAAT DIGITALISASI PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TIDAK DIBAHAS WIKIPEDIA


 

Perkenalkan kami Layana.id perusahaan IT yang siap melayani pengembangan bisnis anda untuk go digital.
Kami dapat mendigitalkan proses bisnis yang masih manual ke dalam platform aplikasi dan website siap pakai.
Aplikasi yang kami hadirkan untuk factory anda adalah : 
1. Aplikasi Smart Warehosure
2. Aplikasi Calibration
3. Aplikasi ERP (Enterprise Resource Planning)
5. dll sesuai request

Apakah bisnis anda siap untuk digital?
Hubungi kami layana.id Digitalisasi Industri

Contact Kami :
marketing@layana.id
0818-0425-1557 (RIA Marketing)
0812-3875-5559 (Mas Anggit - Manager)

Tags : digitalisasi digitalisasi industri perusahaan manufaktur digitalisasi industri manufaktur digitalisasi manufaktur smart factory digitalisasi perusahaan manufaktur revolusi industri 4.0 smart factory teknologi software aplikasi aplikasi cloud computing internet of things iot cyber security additive manufacturing industri manufaktur pabrik pintar artificial intelligence aplikasi smart warehouse aplikasi calibration aplikasi erp enterprise resource planning layana.id layana id digitalisasi industri aplikasi kalibrasi digital factory digital factory dalam perusahaan manufaktur