Layana LogoBy jihan alya | Diposting tanggal 18 Desember 2023

8 Struktur Kerja yang Ada Di Software House 

BerandaArtikelInfo Teknologi8 Struktur Kerja yang Ada Di Softwa...
8 Struktur Kerja yang Ada Di Software House 

Layana - Dalam membentuk sebuah perusahaan software house yang bagus, tentunya diperlukan struktur kerja yang baik dan lengkap. Terlebih lagi untuk mengembangkan suatu aplikasi atau software agar dapat berfungsi sesuai dengan fungsinya, tentunya memerlukan struktur kerja yang lengkap. 

Ada beberapa struktur software house yang perlu Anda ketahui. Dengan begitu kali ini kami akan memberikan informasi mengenai divisi yang ada di software house. Simak informasinya sampai selesai ya. 

Struktur Kerja Software House 

1. Jajaran Direksi

Ada beberapa jajaran direksi atau c-level yang terdapat dalam sebuah software house. Di antaranya yaitu CEO, COO, CFO, CMO, CTO, CHRO, CCO, dan CDO. Namun, tak semuanya itu ada dalam sebuah software house. Biasanya hanya CEO dalam sebuah software house. 

Dalam hal ini, owner sendiri belum tentu merupakan CEO. Terkadang, owner hanya ingin berada di balik layar. Namun, ada juga owner yang ingin mengatur secara langsung dengan menjadi CEO.

Jika dilihat melalui struktur organisasinya, posisi jajaran direksi ini merupakan rantai puncak yang ada dalam perusahaan software house. para jajaran direksi ini mempunyai tugas utama yaitu untuk membuat kebijakan perusahaan, membuat keputusan-keputusan besar, dan sebagai penanggung jawab dalam setiap kegiatan yang ada di perusahaan tersebut. 

2. Analyst 

Dalam mengembangkan suatu aplikasi yang proper diperlukan seorang analyst. Tugas utama dari seorang analyst adalah melakukan analisa, merancang, dan mengimplementasi aplikasi seperti apa yang dibutuhkan oleh klien.

Hasil dari tugas analyst tersebut, nantinya akan digunakan oleh para programmer untuk menentukan seperti apa jalannya proses pengembangan sebuah software. 

3. Project Manager 

Dalam sebuah software house project manager memiliki tugas untuk membagikan, mengelola, dan mengawasi atau mengontrol berbagai project yang sedang ditangani oleh software house tersebut. Hal ini bertujuan untuk memastikan pengerjaan agar sesuai dengan kebutuhan dari klien. 

Selain tugas tersebut, project manager juga mempunyai tugas untuk membantu menerjemahkan kebutuhan dari klien ke staf yang terlibat dalam proyek tersebut. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kesalahan pemberitahuan informasi saat proyek tersebut sedang dikerjakan. 

4. Programmer 

Programmer merupakan suatu divisi yang penting untuk sebuah software house. Tanpa adanya programmer, maka aplikasi atau software yang akan dikembangkan tidak akan jalan. Programmer akan mengembangkan suatu aplikasi menggunakan bahasa pemrograman terbaik. 

Tugas dasar dari seorang programmer, di antaranya yaitu merancang sebuah sistem yang sesuai dengan rancangan yang sudah dibuat dan ditentukan, melakukan pengecekan berbagai bug yang ada pada aplikasi yang sedang dibuat, melakukan berbagai pengecekan atau pengujian serta perbaikan sistem yang ada, mengelola database dasar yang ada untuk berbagai kebutuhan sistem, dan membuatkan sebuah laporan pengujian atau pengecekan yang berguna pada proses berikutnya. 

Programmer tak hanya ada satu jenis saja, melainkan ada beberapa jenis. Setiap jenisnya mempunyai fokus yang berbeda untuk mengembangkan sebuah software atau aplikasi. Jenis-jenis programmer, di antaranya yaitu frontend, backend, full stack, dan mobile app developer. 

5. Desainer UI & UX 

Struktur kerja selanjutnya yaitu desainer aplikasi. Tujuan desain UI & UX yaitu membuat tampilan yang sesuai dengan gambaran yang telah diberikan. Dengan kata lain desainer UI & UX ini mempunyai tugas untuk menerjemahkan rancangan menjadi desain antarmuka yang sesuai dengan permintaan klien. 

Selain itu, desainer UI & UX ini juga akan mengecek kenyamanan pelanggan yang berasal dari sudut pandang pengguna aplikasi tersebut. Hal ini bertujuan, agar aplikasi yang dibuat dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan klien dan bisa berfungsi dengan optimal. 

6. QA Tester 

Dalam pengembangan sebuah aplikasi tentunya ada divisi QA tester. Tugas utama seorang QA tester adalah untuk mengetes perkembangan aplikasi atau software yang dibuat. Apakah sudah sesuai dengan permintaan klien atau belum dan mengkonfirmasi hasil tesnya ke programmer yang ada dalam proyek tersebut. 

7. Marketing dan Sales

Struktur kerja yang tak kalah penting yaitu marketing dan sales. Hal ini dikarenakan divisi ini mempunyai fokus pada bagian penjualan sebuah jasa yang terdapat dalam sebuah software tersebut.

Divisi ini juga bisa menjadi penentu jalannya sebuah software house. Bisa dibilang, divisi marketing dan sales ini merupakan ujung tombak dari sebuah perusahaan. Karena divisi inilah yang bertanggung jawab untuk mencari klien yang ingin mengembangkan sebuah aplikasi atau software.

8. Akuntansi dan Finance 

Struktur kerja berikutnya adalah akuntansi dan finance. Divisi ini merupakan divisi yang bekerja di luar pemrograman. Namun, divisi ini tak kalah penting dengan divisi yang lain. Pasalnya, divisi akuntansi dan finance ini mempunyai tugas utama yaitu untuk mengatur seluruh keuangan yang masuk dan keluar serta melakukan pembukuan dalam sebuah perusahaan. 

Nah, itu dia 8 struktur kerja yang ada pada software house. Apapun divisinya, masing-masing divisi memiliki peran yang penting dalam sebuah software house. Tanpa adanya kekompakan, sebuah project tidak akan berjalan dengan lancar. 

Jika Anda tertarik untuk mengembangkan suatu aplikasi, pastikan Anda memilih software house yang mempunyai struktur kerja yang lengkap. Untuk itu kami merekomendasikan untuk menggunakan jasa pembuatan aplikasi dari Layana.id 

Bagikan